|
GLTR.life

Hidup di Korea, Dipahami

cut_01 image
cut_02 image
cut_03 image
cut_04 image

Mengapa setelah bencana 'pemulihan hati' dibahas lebih dulu

Berawal dari artikel pekan pemulihan trauma, ini adalah penjelasan mendalam yang membahas sekaligus sistem dukungan psikologis bencana di Korea, bencana iklim dan kesehatan mental, sampai metode perawatan.

Updated Apr 20, 2026

Pusat Kesehatan Mental Nasional mengadakan acara 'Pekan Pemulihan Trauma' dari 20 April sampai 24 April. Acara ini disiapkan untuk memberi tahu pentingnya merawat luka hati setelah bencana. Pada hari pertama acara, penghargaan dari Menteri Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan akan diberikan kepada individu dan kelompok yang berkontribusi pada dukungan psikologis trauma bencana. Selama masa acara, program yang bisa diikuti langsung oleh warga juga diadakan. Sudah disiapkan konser musik pemulihan trauma dan acara pengalaman bus ketenangan hati. Selain itu, lokakarya terapi pemrosesan kognitif (CPT) dan konferensi akademik internasional juga akan berlangsung. Tema simposium adalah 'Kesehatan mental di era krisis iklim'. Di sana akan dibahas bagaimana bencana iklim seperti panas, banjir, dan kebakaran hutan memengaruhi hati orang. Pusat Kesehatan Mental Nasional menjelaskan bahwa dalam situasi bencana yang berulang, dukungan psikologis sangat penting untuk pemulihan.

원문 보기
Pengantar

Kalau ada 'Pekan Pemulihan Trauma' khusus, artinya Korea sudah belajar banyak

Saat pertama melihat artikel ini, kamu mungkin merasa begini. 'Kalau terjadi bencana, bukannya penyelamatan, pergi ke rumah sakit, dan mencari tempat tinggal lagi yang harus didahulukan? Tapi kenapa lembaga pemerintah sampai mengadakan Pekan Pemulihan Trauma secara khusus?' Korea sudah beberapa kali mengalami bencana besar selama lebih dari 10 tahun terakhir, dan dari situ Korea belajar dengan harga yang sangat mahal bahwa bertahan hidup dan kembali ke kehidupan sehari-hari adalah dua hal yang sama sekali berbeda.

Lewat peristiwa seperti tragedi Sewol, MERS, gempa Pohang, COVID-19, dan tragedi Itaewon, ada satu kesamaan yang terlihat. Luka tubuh bisa terlihat, tetapi luka hati muncul belakangan. Dari luar kelihatan baik-baik saja, tetapi orang bisa tidak bisa tidur, terus teringat adegan tertentu, menghindari tempat ramai, dan fungsi hidup sehari-hari bisa runtuh karena rasa bersalah dan kecemasan.

Jadi sekarang dukungan psikologis bencana bukan lagi 'layanan yang bagus kalau ada', tetapi dianggap sebagai bagian dari pemulihan. Pekan pemulihan dalam artikel ini juga bukan sekadar kampanye, tetapi bisa dilihat sebagai jendela kecil yang menunjukkan bagaimana masyarakat Korea mulai memahami 'pemulihan setelah bencana'.

ℹ️Satu kalimat untuk inti artikel ini

Korea mengalami bencana berulang, lalu memasukkan dukungan psikologis juga ke dalam sistem resmi pemulihan bencana.

Pekan pemulihan kali ini lebih dekat ke program kebijakan yang menjelaskan sistem itu kepada warga, sekaligus menggabungkan pelatihan untuk petugas lapangan.

Sejarah

Dari Sewol sampai Itaewon, dukungan psikologis bencana di Korea berkembang seperti ini

Dukungan psikologis bencana di Korea tidak muncul tiba-tiba suatu hari. Setiap kali ada kejadian besar, sistem ini sedikit demi sedikit meluas, lalu akhirnya menjadi sistem tetap.

1

Tahap 1: Tahun 2013, mulai dari tim kecil khusus

Di dalam Divisi Proyek Kesehatan Mental Publik Rumah Sakit Nasional Seoul, dibuat tim penanganan trauma psikologis. Kalau dilihat dengan standar sekarang mungkin terlihat kecil, tetapi itu adalah organisasi yang menjadi benih dukungan psikologis bencana tingkat nasional.

2

Tahap 2: Tragedi Sewol tahun 2014, saat negara mulai melihat 'dampak sisa pada hati'

Tragedi Sewol meninggalkan pertanyaan yang sangat besar bagi masyarakat Korea. Masalahnya adalah, kenapa penderitaan terus berlanjut bahkan setelah proses penyelamatan selesai. Sejak saat itu, kesadaran bahwa dampak sisa psikologis dari bencana harus dilihat sebagai tanggung jawab negara menjadi semakin kuat.

3

Tahap 3: MERS tahun 2015, memastikan bahwa penyakit menular juga bisa menjadi trauma

Kalau bicara bencana, biasanya kita teringat kecelakaan atau tragedi. Tapi MERS menunjukkan bahwa penyakit menular juga meninggalkan ketakutan, stigma, dan kecemasan. Ini adalah masa ketika cakupan dukungan psikologis bencana meluas dari kecelakaan ke krisis kesehatan masyarakat.

4

Tahap 4: Tahun 2018, Pusat Trauma Nasional mulai dibuka

Pada April 2018, saat Pusat Trauma Nasional dibuka, Korea untuk pertama kalinya memiliki lembaga nasional khusus yang tetap. Pada tahun itu juga dasar hukumnya disiapkan, jadi dukungan psikologis masuk ke sistem resmi, bukan lagi hanya tanggapan sementara.

5

Tahap 5: Setelah COVID-19 dan Itaewon, sasaran dukungan makin luas

Sekarang yang dipikirkan untuk didukung bukan hanya korban langsung, tapi juga keluarga yang ditinggalkan, saksi, petugas penyelamat, warga sekitar, bahkan orang yang sangat terpukul karena terus melihat berita berulang. Sistemnya mulai mengikuti kenyataan bahwa bencana tidak hanya mengguncang individu, tetapi juga seluruh komunitas.

Pemulihan

Kenapa pemulihan tidak selesai hanya dengan makanan dan rumah

Saat bencana terjadi, yang paling dibutuhkan tentu saja penyelamatan, perawatan, tempat tinggal sementara, dan bantuan penghidupan. Tapi sekarang lembaga internasional melangkah satu langkah lebih jauh. Mereka memakai istilah MHPSS. Artinya 'dukungan kesehatan mental dan psikososial'. Sederhananya, ini bukan cuma perawatan rumah sakit, tapi seluruh dukungan untuk membantu orang mendapatkan kembali rasa aman, terhubung lagi dengan orang lain, dan memulihkan fungsi hidup sehari-hari.

Kenapa ini penting? Karena orang tidak langsung baik-baik saja hanya karena sudah punya rumah. Setelah bencana, reaksi seperti susah tidur, hiperwaspada (tubuh terus dalam keadaan tegang), ingatan yang berulang, tidak bertenaga, rasa bersalah, dan duka yang tertunda bisa bertahan lama. Dari luar mungkin terlihat pemulihan sudah selesai, tapi bagi orang yang mengalaminya, kejadian itu sebenarnya belum selesai di dalam tubuh dan pikirannya.

Kalau luka ini dibiarkan lama, masalahnya tidak berhenti hanya pada individu. Orang bisa jadi tidak bisa bekerja, hubungan keluarga bisa rusak, dan kembali ke sekolah atau tempat kerja bisa jadi sulit. Di tingkat komunitas juga, orang bisa sulit saling percaya, dan setiap kali cerita tentang kecelakaan muncul, konflik bisa membesar lagi. Jadi dukungan psikologis bukan 'layanan tambahan untuk orang yang hatinya lemah', melainkan lebih dekat dengan infrastruktur dasar yang mempercepat pemulihan komunitas.

⚠️Hal yang bisa terjadi jika dibiarkan

Pada individu, PTSD, depresi, kecemasan, gangguan tidur, dan penurunan fungsi bisa bertahan lama.

Pada komunitas, isolasi, konflik, dan trauma kelompok bisa menumpuk sehingga pemulihan menjadi lebih lambat.

Perbandingan

Kalau hanya ada dukungan tubuh·hidup dan kalau sampai ada dukungan mental juga, apa bedanya

Item perbandinganFokus pada dukungan tubuh·hidupTermasuk sampai dukungan psikososial
Apa yang diselesaikanPerawatan luka, tempat tinggal, penghidupan, dan memastikan keselamatanJuga menangani kecemasan, duka, ingatan berulang, putusnya hubungan, sampai penurunan fungsi hidup sehari-hari
Standar pemulihanKeadaan bertahan hidup dan bertahan menjalaniKeadaan bisa tidur lagi, bekerja lagi, bertemu orang, dan kembali ke kehidupan sehari-hari
Cara utamaDukungan medis, bantuan darurat, dan administrasiPertolongan pertama psikologis, konseling, program kelompok, penghubungan ke komunitas, dan rujukan pengobatan
Titik buta yang mudah tertinggalGejala sisa pada orang yang dari luar terlihat baik-baik sajaBisa diseleksi agar orang yang perlu perawatan berat tidak terlewat
Dampak pada komunitasMembantu kelangsungan hidup individu, tapi lemah dalam pemulihan hubunganBersama-sama mempercepat pemulihan keluarga, tetangga, sekolah, dan tempat kerja
Sistem

Di Korea, lembaga mana yang benar-benar bisa membantuku

Jika melihat panduan bahasa Inggris pemerintah dan materi Palang Merah, dukungan psikologis bencana di Korea berjalan dengan pembagian peran antara negara dan lembaga daerah. Angka di bawah ini adalah skala operasional saat ini untuk membantu memahami artikel.

Pusat Kesejahteraan Kesehatan Mental263lokasi
Pusat Dukungan Pemulihan Psikologis Bencana Palang Merah (tingkat provinsi dan kota besar)17lokasi
Nasional·wilayah Pusat Trauma5lokasi
Peran

Pusat Trauma Nasional, pusat kesejahteraan kesehatan mental daerah, Palang Merah… perannya dibagi seperti ini

LembagaPeran utamaSiapa yang paling sering ditemuiKekuatan
Pusat Trauma NasionalMenetapkan standar nasional, pendidikan, penelitian, dan koordinasi penanganan krisis tingkat tinggiTim respons bencana besar, pemerintah daerah, pusat wilayahBerperan sebagai menara kendali dan punya panduan profesional
Pusat trauma wilayahDukungan dan konsultasi profesional tingkat wilayah, penanganan kelompok berisiko tinggiKasus berat, lembaga daerahHub menengah dengan keahlian tinggi
Pusat kesejahteraan kesehatan mentalKonseling awal di lapangan, manajemen kasus, penghubung dengan wargaWarga daerah, korban, keluargaTitik kontak pertama yang dekat rumah
Pusat Dukungan Pemulihan Psikologis Bencana Palang Merah KoreaStabilisasi psikologis tingkat daerah, menjalankan program pemulihanPengungsi bencana, warga yang mengalami bencanaJaringan nasional tingkat provinsi dan akses lapangan yang baik
Prosedur

Dukungan psikologis setelah bencana biasanya berjalan dengan urutan seperti ini

Ini bukan seperti perawatan rumah sakit yang langsung operasi. Biasanya dimulai dengan menenangkan dulu, lalu memilih orang yang benar-benar butuh bantuan lebih dalam.

1

Tahap 1: langsung terhubung

Biasanya kontak pertama lewat telepon konseling krisis seperti Pusat Dukungan Keluarga Multikultural, pos konseling di lokasi, atau bus layanan ketenangan mental keliling. Tujuan paling penting adalah memastikan apakah 'sekarang kondisinya tidak terlalu berbahaya', lalu sedikit menurunkan kecemasan saat itu juga.

2

Tahap 2: pertolongan pertama psikologis

Istilah ini memang terdengar sulit, tapi gampangnya begini: setelah bencana, orang tidak dipaksa terus ditanya-tanya, melainkan diberi dulu rasa aman·informasi·dukungan. Air, istirahat, penjelasan yang bisa dipercaya, dan menghubungkan dengan keluarga termasuk di sini.

3

Tahap 3: evaluasi dan pemilahan kelompok berisiko tinggi

Petugas akan melihat apakah ada tanda seperti insomnia, mengalami ulang kejadian, kecemasan berat, risiko menyakiti diri, atau fungsi hidup sehari-hari yang runtuh. Jadi bukan semua orang diberi perawatan yang sama, tetapi tahap untuk memastikan orang yang lebih berisiko tidak terlewat duluan.

4

Tahap 4: program pemulihan dan manajemen kasus

Lalu dilanjutkan dengan konseling pribadi, program kelompok, dukungan keluarga, dan rujukan ke pusat daerah. Ada juga orang yang justru merasa lebih berat beberapa minggu atau beberapa bulan setelah kejadian, jadi tahap ini lebih penting daripada yang dibayangkan.

5

Tahap 5: rujukan ke perawatan profesional

Kalau gejalanya berlangsung lama atau dicurigai PTSD, akan dirujuk ke psikiatri atau perawatan trauma khusus. Di tahap ini, terapi berbasis bukti seperti CPT, PE, atau EMDR bisa diperlukan.

Layanan

Saluran resmi yang bisa langsung dicari saat butuh bantuan

LoketKontakSaat seperti ini
Telepon konseling krisis kesehatan mentalPusat Dukungan Keluarga MultikulturalSaat kecemasan tiba-tiba membesar atau butuh konseling kesehatan mental dengan segera
Pusat Dukungan Pemulihan Psikologis Bencana1670-9512Saat ingin mencari dukungan psikologis dan program daerah setelah mengalami bencana
Pusat Trauma Pekerjaan1588-6497Saat butuh dukungan untuk kecelakaan kerja atau stres trauma terkait pekerjaan
Iklim

Gelombang panas dan banjir meninggalkan bekas di hati dengan cara yang berbeda

KategoriGelombang panasBencana akut seperti banjir atau kebakaran hutan
Dampak awalGangguan tidur, mudah marah, konsentrasi menurun, penyakit yang sudah ada memburukRasa takut akut, stres evakuasi, pengalaman merasa nyawa terancam
Jalur tengahSaat panas berlangsung lama, ketegangan tubuh terus berlanjut dan tidak bisa pulihKerugian harta, kehilangan tempat tinggal, terpisah dari keluarga, dan paparan berita berulang terjadi bersamaan
Masalah yang sering dilaporkanCemas, depresi, rasa tidak berdaya, lebih sensitifPTSD, cemas, depresi, duka, menghindar
Siapa yang lebih rentanLansia, ibu hamil, orang dengan gangguan mental sebelumnya, penderita penyakit kronisKorban langsung, anak dan remaja, pengungsi, petugas penyelamat, kelompok rentan
Kenapa ini pentingKrisis iklim bisa membuat stres yang seperti 'sakit ringan terus-menerus'Satu kejadian bisa meninggalkan trauma yang bertahan lama
Perawatan

CPT yang muncul di artikel bukan cuma 'konseling ngobrol' biasa

Terapi pemrosesan kognitif (CPT) yang muncul di artikel adalah terapi trauma yang terkenal dan dikembangkan untuk PTSD. Namanya memang terdengar sulit, tapi intinya sederhana. Setelah mengalami kejadian yang sangat mengguncang, di kepala orang bisa muncul pikiran yang mengeras seperti 'ini salahku', 'dunia sepenuhnya berbahaya', atau 'aku tidak akan pernah pulih'. CPT tidak hanya menutupi pikiran ini dengan hiburan, tetapi membantu kita meninjau lagi pelan-pelan bagian mana yang terdistorsi dan kenapa.

Jadi, ini agak berbeda dari konseling biasa. Konseling dukungan umum bisa sangat membantu untuk menceritakan pengalaman kita dengan aman dan menata perasaan. Tapi terapi yang berfokus pada trauma berbeda karena ini adalah terapi terstruktur yang langsung membahas ingatan trauma dan maknanya. Kadang ada tugas rumah, ada tahap yang sudah ditentukan, dan terapisnya juga harus mendapat pelatihan khusus.

Yang penting, bukan berarti semua orang yang mengalami kejadian mengejutkan langsung butuh terapi seperti ini. Banyak juga orang yang pulih secara alami seiring waktu. Tapi kalau insomnia, mengalami ulang, menghindar, kewaspadaan berlebihan, dan penurunan fungsi berlangsung lama, daripada hanya bertahan sambil berpikir 'nanti waktu akan menyelesaikannya', jauh lebih aman untuk mencari perawatan yang sudah terbukti berdasarkan bukti.

💡Kalau istilahnya dibuat sangat mudah

CPT mirip dengan 'terapi untuk mengurai simpul pikiran yang mengeras karena kejadian mengejutkan'.

Tidak semua konseling itu sama, dan dalam terapi trauma, apakah ada pelatihan profesional itu sangat penting.

Metode perawatan

Apa bedanya metode terapi trauma yang utama

Metode perawatanPertanyaan intiCara berjalanCiri khas
CPT'Apa pikiran yang mengeras setelah kejadian itu?'Memeriksa pikiran dan keyakinan, tugas catatan, sesi terstrukturDirekomendasikan luas sebagai perawatan lini pertama untuk PTSD
Terapi pemaparan berkepanjangan (PE)'Apakah dalam lingkungan aman kita bisa menghadapi lagi ingatan dan situasi itu?'Mengurangi penghindaran sambil secara bertahap terpapar pada ingatan dan situasiFokus untuk menurunkan penghindaran karena takut
EMDR'Apakah ingatan trauma bisa diproses dengan cara yang berbeda?'Sambil mengingat kembali, rangsangan bilateral digunakan bersamaPerawatan yang dipakai luas secara internasional
Konseling dukungan umum'Apakah sekarang aku bisa membicarakan perasaan dengan aman?'Mendengarkan, dukungan, menata emosiMembantu untuk stabilisasi awal, tapi bisa berbeda dari terapi trauma profesional
Ringkasan

Jadi, 'Minggu Pemulihan Trauma' pada akhirnya adalah panduan menghadapi bencana untuk masyarakat kita

Kalau sekarang melihat artikelnya lagi, rasanya jadi sedikit berbeda. Ini bukan sekadar 'oh, ada acara lagi', tetapi bisa dibaca sebagai tanda bahwa cara masyarakat Korea menghadapi bencana sudah berubah. Kalau dulu respons bencana berpusat pada penyelamatan dan kompensasi, sekarang arahnya bergerak ke pemikiran bahwa negara harus menjelaskan sampai tahap akhir pemulihan.

Perubahan ini juga penting untuk orang seperti kita yang tinggal di Korea. Bencana besar bukan hanya urusan korban tertentu saja. Orang yang tinggal di kota yang sama, melihat berita yang sama, dan berbagi kecemasan yang sama juga bisa terkena dampaknya. Jadi, mengetahui sistem dukungan psikologis bencana juga merupakan informasi hidup sehari-hari untuk tahu lebih dulu 'kalau sakit harus pergi ke mana'.

Pada akhirnya, pesan dari Minggu Pemulihan Trauma itu sederhana. Pemulihan setelah bencana bukan sesuatu yang selesai sendiri hanya karena waktu berlalu, dan pemulihan hati juga adalah tanggung jawab publik. Itulah bagian yang sedang dipelajari Korea sekarang.

ℹ️Poin yang perlu diingat

Dukungan psikologis bencana bukan hanya untuk orang tertentu, tetapi bisa mencakup korban, keluarga yang ditinggalkan, saksi, petugas penyelamat, sampai warga sekitar.

Kalau setelah kejadian mengejutkan kamu merasa sulit dalam waktu lama, daripada 'menahan sendiri', terhubung dulu ke jalur resmi bisa jadi awal pemulihan.

Saya akan memberi tahu cara hidup di Korea

Tolong banyak cintai gltr life

community.comments 0

community.noComments

community.loginToComment