|
GLTR.life

Hidup di Korea, Dipahami

cut_01 image
cut_02 image
cut_03 image
cut_04 image

Bagaimana Jamsugyo berubah dari jembatan mobil menjadi taman bermain Seoul

Dengan festival Jamsugyo tanpa mobil sebagai titik awal, ini adalah penjelasan mendalam tentang bagaimana Seoul sedang menulis ulang Sungai Han, jembatan, dan festival.

Updated Apr 21, 2026

Kota Seoul mengadakan 'Festival Jamsugyo Tanpa Mobil Dubeok Dubeok' dari 26 April sampai 14 Juni. Acara ini diadakan setiap hari Minggu di Jamsugyo. Sudah disiapkan jadwal seperti parade, pertunjukan, pemutaran film, program olahraga, dan pasar loak. Tema tahun ini adalah 'Han River yang kita jalani bersama, kita bersama'. Kota Seoul menambah lebih banyak pengalaman bermain yang juga bisa dinikmati orang dewasa. Selama masa festival, lalu lintas kendaraan akan ditutup di sekitar 1.1km dari sisi utara Jamsugyo sampai Lapangan Cahaya Bulan di sisi selatan. Waktu penutupan adalah setiap hari Minggu dari pukul 11 pagi sampai 11 malam. Festival Jamsugyo dimulai pada 2022. Kota Seoul menjelaskan bahwa sampai tahun lalu jumlah pengunjung terkumpul mencapai 150puluh ribu orang. Selain itu, Air Mancur Pelangi Cahaya Bulan Banpo akan dioperasikan dengan pengurangan dari 5 kali sehari menjadi 3 kali demi penghematan energi.

원문 보기
Inti

Kenapa berita festival Jamsugyo bukan cuma info acara biasa

Awalnya memang terlihat seperti artikel festival akhir pekan biasa. Tapi kalau dilihat sedikit lebih dalam, berita ini sebenarnya menunjukkan seberapa jauh Seoul sedang mengubah arah dari kota mobil menjadi kota untuk manusia. Menutup mobil di atas jembatan lalu mengisi tempat itu dengan jalan kaki, pertunjukan, dan pasar, itu bukan acara sederhana.

Terutama, Jamsugyo bukan jembatan biasa. Karena sangat dekat dengan permukaan Sungai Han, rasanya jauh lebih kuat seperti 'benar-benar berada langsung di atas sungai' dibanding jembatan lain di Sungai Han. Jadi saat mobil hilang, jalan itu langsung berubah menjadi jalur jalan-jalan, tempat duduk menonton, dan panggung. Kota Seoul sedang memakai rasa ini untuk merancang ulang Jamsugyo menjadi bukan 'tempat lewat' tetapi 'tempat tinggal sejenak'.

Angka 150puluh ribu pengunjung yang muncul di artikel juga bukan sekadar pamer ramai. Dari sisi Seoul, ini lebih seperti hasil ujian untuk melihat 'apakah warga benar-benar ingin ruang seperti ini?'. Dengan kata lain, festival Jamsugyo bisa dilihat sebagai festival sekaligus panggung tempat eksperimen kebijakan pejalan kaki Seoul, kebijakan Sungai Han, dan branding kota berjalan bersama.

ℹ️Poin penting saat membaca artikel ini

Artikel festival Jamsugyo adalah artikel pengenalan acara, tapi sekaligus juga artikel kebijakan pejalan kaki.

Seoul sedang melakukan eksperimen mengubah jembatan di Sungai Han dari 'fasilitas transportasi' menjadi 'ruang publik untuk singgah'.

Perubahan

Bagaimana Jamsugyo menjadi 'panggung festival'

Bentuk Jamsugyo yang sekarang tidak dibuat dalam satu malam. Ini adalah hasil dari struktur jembatan, pengembangan Sungai Han, dan eksperimen pejalan kaki yang menumpuk sedikit demi sedikit.

1

Tahap 1: 1979, dari awal memang jembatan yang unik

Jamsugyo adalah jembatan elevasi rendah yang dibuat dengan asumsi akan terendam saat banjir. Sederhananya, ini bukan jembatan yang ditinggikan tinggi di atas sungai, tetapi dipakai rendah saat biasa dan ditutup saat air naik. Karena struktur ini, kita bisa merasakan Sungai Han jauh lebih dekat daripada jembatan lain.

2

Tahap 2: 1982, Jembatan Banpo dibangun di atasnya

Setelah Jembatan Banpo diletakkan di atas Jamsugyo, tempat ini menjadi jembatan 2 lantai yang jarang ada bahkan di Seoul. Di atas ada mobil yang lewat cepat, di bawah ada jalan yang lebih dekat dengan sungai. Pemandangan unik ini kemudian menjadi dasar yang membuat Jamsugyo menjadi ruang simbolik Seoul.

3

Tahap 3: Setelah tahun 2000-an, menjadi tempat terkenal untuk pemandangan malam Sungai Han

Ketika Taman Hangang Banpo, Air Mancur Pelangi Cahaya Bulan, dan budaya jalan-jalan malam mulai mapan, area Jamsugyo tidak lagi hanya jalan lewat, tetapi menjadi tempat orang datang untuk bersenang-senang. Artinya, ini bukan ruang dengan satu jembatan saja, tetapi tempat gabungan yang menyatukan taman, tepi sungai, dan pemandangan malam.

4

Tahap 4: 2022, Jamsugyo tanpa mobil dimulai

Kota Seoul mulai eksperimen mengosongkan mobil dan mengembalikan jembatan kepada warga. Yang penting di sini bukan 'satu kali acara', tetapi bahwa mereka langsung memastikan apakah orang benar-benar ingin berjalan, istirahat, dan bermain di atas jembatan.

5

Tahap 5: sekarang sedang dibayangkan ulang sebagai 'jembatan budaya'

Belakangan ini, Jamsugyo dibayangkan bukan cuma sebagai tempat festival, tetapi juga sebagai infrastruktur budaya permanen seperti jembatan pejalan kaki, ruang pameran, dan panggung pertunjukan. Pemerintah Kota Seoul juga sudah mengeluarkan rencana untuk mengubah Jamsugyo seperti galeri terpanjang di atas Sungai Han. Jadi, festival sekarang ini terasa seperti cuplikan awal dari rancangan masa depan.

Perbandingan

Kenapa harus Jamsugyo

Item perbandinganJembatan Sungai Han biasaJamsugyo
Jarak dengan sungaiBiasanya tinggi jadi pemandangannya bagus, tetapi jauh dari permukaan airSangat dekat dengan permukaan air jadi rasa berjalan di atas sungai sangat kuat
Rasa ruangLebih dekat ke ruang lewat untuk menyeberang cepatKalau mobil dihentikan, langsung terbentuk ruang jalan santai lurus yang panjang
Keterhubungan sekitarSering kali jembatannya sendiri yang jadi pusatLangsung terhubung dengan Taman Hangang Banpo jadi mudah menghubungkan piknik, pertunjukan, dan market
Nilai simbolisCitra sebagai infrastruktur transportasi sangat kuatDengan struktur jembatan 2 lantai, pemandangan malam, air mancur, dan pertunjukan, nilai simbolis kotanya besar
Kecocokan untuk festivalWalau mobil dihentikan, tidak mudah menambah program untuk tinggal lebih lamaCocok untuk menggabungkan jalan kaki, olahraga, pertunjukan, film, dan pasar loak di satu tempat
Hangang

Bagaimana Hangang menjadi 'sungai untuk singgah'

Kalau orang asing tinggal di Seoul, ada hal yang terasa menarik. Sungai Han itu bukan cuma sungai biasa, tetapi terasa seperti tempat olahraga, taman, dan lokasi festival. Sifat seperti ini juga terbentuk secara sejarah.

1

Tahap 1: awalnya lebih jadi objek pengelolaan daripada tempat rekreasi

Pada masa industrialisasi, Hangang lebih kuat dilihat sebagai ruang yang harus dikelola dari banjir dan pencemaran. Jauh dari gambaran sekarang yang santai gelar tikar dan istirahat.

2

Tahap 2: tahun 1980-an, Olimpiade mengubah Sungai Han

Saat mempersiapkan Olimpiade Seoul 1988, proyek pengembangan terpadu Hangang dijalankan. Bantaran sungai ditata dan taman warga dibuat, lalu Hangang mulai berubah dari 'ruang masalah kota' menjadi 'wajah kota'.

3

Tahap 3: awalnya lebih dekat ke taman olahraga

Pada tahun 1980-an, Taman Hangang bukan tempat dengan banyak kafe dan pertunjukan seperti sekarang, tetapi ruang yang berpusat pada rumput luas dan fasilitas olahraga. Dengan kata lain, sebelum menjadi 'ruang budaya untuk singgah', awalnya lebih dulu menjadi 'ruang untuk keluar dan berolahraga'.

4

Tahap 4: tahun 2000-an, renaisans Hangang membesarkan ruang hidup

Saat jalur jalan kaki, fasilitas kenyamanan, dan program budaya bertambah, Hangang meluas dari tempat hanya untuk olahraga menjadi ruang untuk menikmati piknik, kencan, dan jalan malam. Dari sini, konten untuk tinggal lebih lama seperti pertunjukan dan pasar mulai mudah berkembang.

5

Tahap 5: tahun 2020-an, Sungai Han menjadi platform gabungan untuk kehidupan dan budaya

Kalau datang ke acara Hangang akhir-akhir ini, ada lari, yoga, membaca, film, truk makanan, dan pasar loak bercampur jadi satu. Ini bukan karena programnya berantakan, tetapi karena Hangang sendiri sudah menjadi ruang yang sekaligus berperan sebagai lapangan olahraga, ruang tamu, dan panggung.

Dunia

Apa bedanya budaya Hangang di Seoul dengan tepi sungai di luar negeri

KotaCara penggunaan tepi sungai yang paling khasPerbedaan dengan Seoul
Hangang SeoulPiknik, lari, sepeda, pertunjukan, film, dan pasar terjadi bersama dalam satu sabuk tamanRekreasi harian dan acara warga skala besar berjalan bersamaan di ruang yang sama
Sungai Seine ParisMenikmati pemandangan, jalan santai, dan pengalaman yang berpusat pada warisan budaya lebih kuatDibanding Seoul, porsi olahraga harian dan penggunaan model taman skala besar lebih kecil
London ThamesBanyak digunakan dengan fokus pada fasilitas budaya tepi sungai dan jalur wisataSifat sabuk taman rumput panjang seperti di Seoul yang tersambung ke ruang olahraga warga sehari-hari tidak terlalu kuat
New York HudsonWaterfront yang dibangun ulang, jalan-jalan, serta fungsi komersial dan wisata sangat menonjolDi Seoul, taman publik dan kehidupan sehari-hari warga lebih kuat daripada kawasan komersial
Jalan kaki

Eksperimen jalan kaki di Seoul datang dari jalan ke jembatan

Kalau hanya lihat Jamsugyo saja, ini bisa kelihatan seperti kebijakan yang aneh. Tapi kalau dilihat dari alur besar Seoul, justru terasa alami.

1

Tahap 1: Eksperimen jalan tanpa mobil

Di tempat seperti Sejong-daero, Cheonggyecheon-ro, dan Bukchon-ro, Pemerintah Kota Seoul berulang kali melakukan eksperimen dengan mengurangi mobil pada jam tertentu dan memperluas ruang pejalan kaki. Ini tahap untuk melihat reaksi warga lebih dulu.

2

Tahap 2: Diet jalan

Cara seperti di Toegye-ro, yaitu mengurangi jumlah lajur mobil dan memperlebar trotoar, juga mulai muncul. Diet jalan adalah cara desain kota yang sedikit mengurangi ruang untuk mobil dan memperbesar ruang untuk orang.

3

Tahap 3: Tafsir ulang alun-alun dan jalan layang

Kasus seperti penataan ulang Gwanghwamun Square dan Seoulro7017 membuat simbol bahwa 'infrastruktur mobil bisa diubah menjadi ruang warga'. Tempat yang dulu hanya untuk lewat jadi bisa menjadi tempat untuk tinggal sejenak.

4

Tahap 4: Perluasan kebijakan jalan kaki ke wilayah hidup sehari-hari

Arus ini tidak berhenti hanya di tempat wisata, tapi juga menyebar ke gang, sekitar sekolah, dan kawasan yang berpusat pada kelompok rentan transportasi. Artinya, kebijakan jalan kaki bukan lagi acara sesaat, tapi sedang menjadi sistem.

5

Tahap 5: Sekarang jembatan itu sendiri dilihat sebagai ruang jalan kaki

Jamsugyo adalah contoh terbaru dari kelanjutan arus itu. Seoul sekarang tidak lagi hanya berpikir 'bagaimana membuat jalan tidak terlalu macet', tetapi juga bertanya 'bagaimana mengubah infrastruktur paling simbolis di kota menjadi pengalaman untuk warga'.

Respons

Kalau dilihat dari angka yang sudah dikonfirmasi, respons eksperimen Jamsugyo kurang lebih seperti ini

Hanya angka yang langsung dikonfirmasi dalam riset yang dimasukkan. Jadi respons pengunjung dan perubahan operasional bisa terlihat bersama.

2024 Pengunjung15010 ribu orang / % / kali
2024 Tingkat kepuasan9810 ribu orang / % / kali
Operasi air mancur Jumlah per hari310 ribu orang / % / kali
Festival

Kenapa festival di Seoul makin menjadi 'tipe pengalaman'

Item perbandinganFestival publik duluFestival gaya Seoul sekarang
Cara utamaBentuk menonton pertunjukan dan pameranBentuk ikut langsung dalam olahraga, membuat sesuatu, market, makanan, dan zona foto
Target utamaFokus pada anak-anak dan keluargaMenargetkan anak-anak, orang dewasa, anak muda, dan wisatawan sekaligus
Tujuan operasionalPenyelenggaraan acara itu sendiri dan jumlah penontonKepuasan, lama tinggal, kunjungan ulang, branding kota, keterkaitan dengan area komersial
Cara memakai ruangBerkumpul di satu tempat dengan panggung sebagai pusatMenggunakan ruang kota itu sendiri sebagai jalur pengalaman
Kalau diterapkan di Jamsugyo,itu tidak berhenti hanya dengan satu atau dua pertunjukan di atas jembatanjalan kaki·olahraga·film·permainan·pasar loak hadir bersama
Energi

Kenapa tempat terkenal pemandangan malam juga mengurangi jam operasional

Faktor penilaianYang dilihat Pemerintah Kota SeoulContoh yang terlihat di artikel Jamsugyo
Pasokan listrikKebutuhan penghematan energi di seluruh kotaOperasional Air Mancur Pelangi Cahaya Bulan dikurangi dari 5 kali sehari menjadi 3 kali
AnggaranBeban tarif listrik dan biaya operasional fasilitasWalau tempat terkenal, tidak dijalankan tanpa batas
Manfaat untuk wargaKeseimbangan antara menjaga tontonan dan penghematan listrikBukan dihentikan total, hanya jumlahnya yang dikurangi jadi nilai simbolisnya tetap ada
Cara kebijakanPenghematan listrik jangka pendek dan peningkatan efisiensi jangka panjang berjalan bersamaPenyesuaian jam operasional, perubahan ke LED, dan perluasan fasilitas efisiensi tinggi dilakukan bersama
Makna

Jadi, kenapa festival ini penting untuk memahami Seoul

Kalau melihat festival Jamsugyo, kita bisa tahu akhir-akhir ini kota Seoul menganggap apa yang penting. Dulu yang utama adalah seberapa cepat jembatan mengalirkan mobil, tapi sekarang pertanyaan pentingnya menjadi pengalaman kota seperti apa yang bisa dibuat di jembatan itu.

Hal yang sama juga berlaku untuk Hangang. Sekarang Hangang bukan cuma pemandangan, tapi sudah menjadi platform kehidupan besar tempat warga Seoul beristirahat, berolahraga, berfoto, dan menikmati festival. Jadi, berita tentang Jamsugyo sebenarnya adalah artikel 'akhir pekan ini mau pergi ke mana', tapi sekaligus juga artikel kota yang menunjukkan 'bagaimana Seoul memakai lagi ruang miliknya'.

Semakin lama tinggal di Korea, pemandangan seperti ini terasa makin menarik. Seoul tidak mengubah kota hanya dengan membangun gedung baru, tapi juga mengubah suasana kota dengan memakai jalan, jembatan, dan sungai yang sudah ada dengan cara yang berbeda. Beberapa jam saat mobil hilang dari Jamsugyo memang singkat, tapi beberapa jam itu menunjukkan arah masa depan Seoul dengan cukup jelas.

💡Kalau diringkas dalam satu kalimat

Festival Jamsugyo adalah percobaan Seoul untuk mengubah infrastruktur transportasi menjadi ruang budaya hidup bagi warga.

Kalau memahami festival ini, kamu mulai bisa melihat kenapa Hangang·kebijakan pejalan kaki·branding kota masuk bersama dalam satu artikel.

Kami memberi tahu cara hidup di Korea

Tolong banyak sayangi gltr life

community.comments 0

community.noComments

community.loginToComment

Bagaimana Jamsugyo berubah dari jembatan mobil menjadi... | GLTR.life