|
GLTR.life

Hidup di Korea, Dipahami

cut_01 image
cut_02 image
cut_03 image
cut_04 image

Wisata K-culture, kenapa sekarang daerah tampil di depan, bukan Seoul lagi

Dari latar belakang kenaikan wisatawan asing sampai strategi pemerintah daerah soal festival daerah, lokasi syuting, kapal pesiar, transportasi, dan mahasiswa asing, semua dijelaskan sebagai satu alur persaingan wisata K-culture.

Updated Apr 20, 2026

Pemerintah menyatakan bahwa wisatawan asing yang datang ke Korea pada kuartal 1 tahun 2026 mencapai 4.76 juta orang. Berdasarkan periode yang sama, ini adalah angka tertinggi sepanjang sejarah. Dalam artikel, latar belakang arus ini pertama-tama dijelaskan dari popularitas K-culture. Pemerintah daerah juga tidak melewatkan kesempatan ini. Provinsi Jeju menghubungkan lokasi syuting drama dengan pengalaman premium, dan Chungbuk ingin memperbaiki transportasi dari bandara dan stasiun KTX ke tempat wisata. Daerah yang punya pelabuhan mencoba menarik wisatawan kapal pesiar, dan festival daerah juga ingin diubah menjadi konten yang bisa dinikmati orang asing. Inti artikelnya adalah sekarang persaingan wisata tidak lagi berakhir hanya dengan tempat terkenal di Seoul. Daerah ingin membuat orang asing tinggal lebih lama dengan menggabungkan budaya dan cerita khas mereka, kemudahan perpindahan, sampai program pendidikan. Artinya, K-culture sudah menjadi bahasa utama strategi wisata daerah, bukan cuma pertunjukan atau drama saja.

원문 보기
Pengantar

Memang benar orang asing banyak datang ke Korea, tapi kenapa sekarang daerah juga berani maju dengan percaya diri?

Belakangan ini, di berita Korea sering sekali muncul cerita tentang pemulihan wisatawan asing. Pada 2024, wisatawan mancanegara yang datang ke Korea sekitar 16.37 juta orang, naik 48.4% dibanding tahun sebelumnya, dan sudah kembali sampai level 94% dari tahun 2019 sebelum pandemi. Kalau hanya lihat angkanya, memang cocok dibilang 'wisata sudah kembali'. Tapi yang lebih menarik, sekarang bukan hanya Seoul, melainkan kota-kota daerah juga mulai serius ingin menarik para tamu ini.

Kenapa begitu? Dulu kalau bicara soal perjalanan ke Korea, gambaran yang kuat itu belanja di Myeongdong, bus rombongan, lalu keliling beberapa tempat wisata terkenal. Tapi sekarang, ada permintaan yang makin besar untuk merasakan kehidupan sehari-hari ala Korea itu sendiri, seperti konser K-pop, lokasi syuting drama, toko popup Seongsu-dong, Olive Young, minimarket, dan Sungai Han. Dengan kata lain, perjalanannya sedang berubah dari 'wisata untuk membeli barang' menjadi 'wisata untuk langsung menjalani adegan di dalam konten'.

Alasan perubahan ini penting itu sederhana. Seoul memang sudah jadi panggung yang terkenal, tetapi pengalaman gaya hidup sehari-hari justru lebih banyak dimiliki daerah. Festival, makanan, laut, pelabuhan, desa tradisional, lokasi syuting, sampai program kampus, semuanya tersebar di berbagai daerah. Jadi persaingan kali ini bukan sekadar soal menambah jumlah wisatawan, tetapi lebih mirip permainan baru tentang 'siapa yang bisa membuat mereka tinggal lebih lama'.

ℹ️Poin yang perlu diingat dulu

Kenaikan wisata asing memang fakta, tetapi alasannya bukan hanya satu, yaitu K-culture. Ini adalah hasil dari transportasi, kemudahan masuk, dan pemasaran yang bekerja bersama.

Meski begitu, kekuatan yang membuka 'pintu masuk' alasan berkunjung makin bergeser ke K-content dan budaya hidup ala Korea.

Tren

Seberapa cepat wisatawan mancanegara yang datang ke Korea kembali setelah pandemi?

Kalau arahkan mouse ke atas titik, kamu bisa lihat angka di tiap waktu.

06171,2331,850(10 ribu orang)(Tahun)Pemulihan makin cepat94% dari 2019201920232024Target 2025
Perubahan

Apa yang berbeda antara perjalanan ke Korea dulu dan sekarang?

KategoriPola duluPola terbaru
Cara berpindahFokus pada tur rombongan dan paketPorsi wisata individu (FIT, wisata bebas) makin besar
Konsumsi utamaFokus pada toko bebas bea dan belanjaToko pop-up, kecantikan, makanan, dan pengalaman hidup sehari-hari
Tempat yang dicariFokus pada tempat terkenal di SeoulMelebar sampai lokasi syuting, festival daerah, dan kawasan usaha lingkungan
Alasan perjalananWisata untuk beli banyak dengan murahWisata untuk merasakan langsung Korea yang ada di dalam konten
Peran daerahRute tambahan SeoulTujuan wisata dengan merek sendiri
Sejarah

Proses saat K-culture mulai merangkul sampai cerita daerah di luar Seoul

Pada awalnya Hallyu terlihat seperti industri yang berpusat di Seoul, tetapi seiring waktu, Hallyu makin banyak merangkul budaya dan tempat dari daerah.

1

Tahap 1: tahun 1990-an, benih industri budaya

Korea mulai melihat budaya populer dan industri budaya sebagai industri pertumbuhan pada tahun 1990-an. Produksi dan distribusi memang terkumpul di wilayah ibu kota, tetapi bahan ceritanya datang dari berbagai daerah di seluruh negeri, seperti makanan, tradisi, dan budaya kehidupan sehari-hari.

2

Tahap 2: awal tahun 2000-an, drama mulai menjual tempat

Saat karya seperti 'Winter Sonata' menjadi populer di luar negeri, para penggemar mulai datang bukan hanya untuk melihat aktornya, tetapi juga untuk melihat tempat adegan itu diambil. Sejak saat itu, pemandangan daerah mulai masuk sebagai bagian dari konsumsi Hallyu.

3

Tahap 3: awal tahun 2010-an, kebijakan menghubungkan wisata daerah dan Hallyu

Pemerintah dan lembaga penelitian mulai melihat bahwa Hallyu bisa dihubungkan dengan ekonomi daerah. Lokasi syuting, festival daerah, dan budaya tradisional pun masuk lebih dalam ke dalam kebijakan pariwisata.

4

Tahap 4: setelah 2014, budaya daerah naik sebagai poros mandiri

Dengan munculnya sistem seperti Undang-Undang Pengembangan Budaya Daerah, budaya daerah tidak lagi hanya dianggap sebagai 'acara kampung', tetapi menjadi salah satu poros kebijakan budaya nasional. Ungkapan bahwa dasar K-culture ada di daerah juga mulai ditegaskan dalam bahasa kebijakan.

5

Tahap 5: tahun 2020-an, lokal menjadi daya saing berikutnya

Sekarang daerah langsung tampil di depan lewat cara seperti Local 100, fam tour daerah, dan drama pendek. K-pop dan drama membuka pintu masuk, lalu festival daerah, makanan, dan pemandangan menunjukkan kedalaman Korea.

Festival

Kalau festival kampung mau jadi produk yang dicari orang asing, foto cantik saja tidak cukup

Kalau festival daerah mau cocok untuk orang asing, tidak boleh berhenti hanya di 'hal yang bisa dilihat'. Satu foto yang bagus memang bisa membuat orang datang, tetapi kalau tahap berikutnya seperti reservasi, perpindahan, pengalaman, dan penginapan tidak tersambung, akhirnya cuma jadi tontonan satu hari saja.

Festival yang berhasil menerjemahkan hal khas daerah ke dalam bahasa K-culture. Misalnya, tanah bisa diubah jadi pengalaman K-beauty atau wellness, kimjang bisa dijelaskan sebagai pengalaman K-food dan budaya musim dingin, dan benteng bisa diceritakan sebagai kisah K-heritage (wisata warisan). Dari sudut pandang orang asing, saat ada penjelasan tentang 'kenapa ini istimewa', hal itu akan jauh lebih lama diingat.

Dan perbedaan yang benar-benar besar bukan pada ramainya acara di hari itu, tetapi pada apakah sudah dibuat struktur untuk tinggal lebih lama. Kalau ada panduan multibahasa, shuttle, penginapan sekitar, rute untuk hari berikutnya, sampai alasan untuk datang lagi, festival bisa menjadi merek kota. Sebaliknya, kalau tidak ada hubungan seperti itu, festival mudah jadi acara sesaat yang hanya muncul sebentar di berita lalu selesai.

💡Rumus saat festival menjadi produk

Foto adalah 'alat yang membuat orang datang', dan cerita adalah 'alat yang membuat orang ingat'.

Festival wisata untuk orang asing bisa bertahan lama kalau bukan hanya kontennya, tetapi juga multibahasa, reservasi, transportasi, dan penginapan digabung bersama.

Perbandingan

Perbedaan antara festival sesaat dan festival wisata yang membuat orang ingin datang lagi

ItemFestival tipe kilatFestival wisata berkelanjutan
Daya tarik utamaTopik hangat sesaat · tempat foto terkenalCerita dan pengalaman khas daerah
Kemudahan untuk orang asingBergantung di lokasi, kurang informasiPanduan multibahasa · sistem reservasi · pusat sambutan
Keterkaitan masa tinggalHanya sampai kunjungan sehariTerhubung sampai penginapan · makan minum · rute tempat terkenal sekitar
Indikator hasilFokus pada jumlah pengunjungTingkat kepuasan · niat merekomendasikan · kemungkinan berkunjung lagi
Efek merek kotaTopik hangat yang singkat dan kuatCitra tujuan yang terus muncul
Tempat suci

Lokasi syuting drama bisa jadi tempat wisata sungguhan, karena perasaan penggemar berubah jadi rute perjalanan.

Wisata lokasi syuting bukan hanya melihat latar, tapi lebih dekat ke tindakan untuk merasakan lagi emosi dari konten di ruang nyata.

1

Tahap 1: Perasaan menempel pada tempat di layar

Penonton tidak melihat tempat di drama atau film hanya sebagai latar yang indah. Perasaan tokoh utama, adegan terkenal, dan musik ikut menempel, jadi tempat itu sendiri menjadi bagian dari ingatan.

2

Tahap 2: Penggemar ingin mengalami lagi adegan itu dengan tubuh mereka

Karena itu, kunjungan ke lokasi syuting bekerja bukan sekadar wisata, tapi seperti ziarah tempat suci. Yang penting bukan 'foto diambil di sini', tetapi perasaan 'aku juga masuk ke dalam adegan itu'.

3

Tahap 3: Daerah memberi cara membacanya lewat papan panduan · tur · promosi

Supaya popularitas karya bertahan lama, tempatnya juga harus terus bisa dimaknai. Jika pemerintah daerah dan lembaga pariwisata menyediakan rute, cerita, dan titik bukti kunjungan, kunjungan penggemar jadi lebih mudah berulang.

4

Tahap 4: Beberapa tempat menjadi sumber wisata tetap

Seperti Daejanggeum Park atau spot foto terkait BTS, ada kasus saat tempat itu sendiri menjadi merek walaupun karya sudah selesai. Korea cukup aktif dalam perubahan seperti ini.

Porsi

Faktor yang membuat orang mempertimbangkan kunjungan ke Korea, Hallyu memang kuat, tapi makanan dan belanja bekerja lebih luas.

Hallyu adalah pintu masuk yang kuat, tetapi faktor yang benar-benar menopang keputusan berkunjung secara luas adalah unsur kehidupan sehari-hari seperti makanan dan belanja.

Makanan67.6%
Belanja51.1%
Pemandangan alam37.9%
Pengalaman terkait K-POP · Hallyu12.7%
Pasar

Wisatawan dari Tiongkok · Jepang · Eropa mencari hal yang berbeda di Korea

ItemTiongkokJepangEropa
Sifat perjalananPengalaman kota·belanja·kuliner, akhir-akhir ini perjalanan mandiri makin meluasTipe kunjungan ulang yang datang singkat tapi seringTipe tinggal jarak jauh yang menetap lama
Kenyamanan pentingInformasi bahasa Mandarin·kemudahan pembayaran·kemudahan masuk negaraAksesibilitas·produk yang cocok untuk jadwal singkatRute yang menggabungkan beberapa daerah·pengalaman berkualitas tinggi
Konten yang cocokBelanja·kuliner·wellness·pengalaman gaya kotaMakanan·kecantikan·wisata lokal ringanBudaya tradisional·alam·rute keliling daerah
Strategi pemerintah daerahMerancang pengalaman premium dengan tingkat kepuasan tinggiMendorong kunjungan berulang yang berpusat pada titik langsungMengembangkan rute kawasan luas yang menambah lama tinggal
Kenapa berbedaUkuran pasar besar dan kecepatan perubahannya juga cepatDekat dan hambatan psikologisnya rendahKarena datang dari jauh, jadi ingin melihat banyak hal sekaligus
Kapal pesiar

Saat wisata kapal pesiar membantu ekonomi daerah dan saat tidak membantu

KategoriPelabuhan singgahMenginap·pelabuhan asal
Waktu tinggalSering hanya tinggal beberapa jamMenginap semalam atau lebih, atau ada naik·turun penumpang
Konsumsi utamaTur bus·suvenir·makanan dan minuman ringanPenginapan·transportasi·makanan dan minuman·penanganan bagasi·layanan rantai pasok
Dampak ke daerahMudah terkonsentrasi pada sebagian kawasan dagang dan usaha transportasiKemungkinan uang menyebar ke seluruh kota lebih besar
KelebihanBanyak pengunjung masuk dalam waktu singkatStrategi hub tipe tinggal memungkinkan, efek ekonomi besar
Hal yang perlu diperhatikanManfaat nyatanya bisa lemah dan bisa menimbulkan kepadatanEfeknya besar, tapi beban investasi infrastruktur dan operasional juga besar
Ketidaknyamanan

Hambatan nyata wisata daerah sering bukan mencari jalan, tapi reservasi·pembayaran·bahasa

Faktor ketidaknyamananKenapa jadi masalahDampak pada wisata daerah
Hambatan bahasaHalte·papan petunjuk·layanan staf belum cukup mendukung banyak bahasaKebingungan kecil menumpuk dan membuat kelelahan perjalanan makin besar
Reservasi·verifikasi identitasSaat memesan kereta·bus·acara, kadang kartu asing atau akun orang asing diblokirWalau ingin pergi, orang jadi menyerah untuk melakukannya
Pembayaran·kartu transportasiCara pembayaran di tempat dan isi ulang terasa asing, dan ada perbedaan tiap daerahPersiapan perjalanan jadi lebih sulit daripada perjalanannya sendiri
Kebaruan informasiKadang halaman bahasa Inggris dan informasi operasional nyata tidak cocokKarena cemas soal pembatalan·pengembalian dana, orang ragu untuk memesan
Transit·perpindahan koperDibanding Seoul, di daerah jarak antar transit dan jalur perpindahan bisa lebih panjangRute yang bisa dijalani dalam sehari jadi berkurang
Tinggal

Alasan menyasar bukan cuma wisatawan tapi juga mahasiswa asing, karena sekarang persaingan bukan lagi 'berkunjung sebentar' tapi 'tinggal lama'

Kalau melihat cerita tentang pendidikan konten K di universitas di artikel asli, awalnya bisa terasa agak tiba-tiba. Tapi kalau dilihat dari sudut pandang daerah, ini hubungan yang sangat alami. Wisatawan tinggal beberapa hari lalu pergi, tetapi mahasiswa asing adalah orang yang tinggal di daerah itu dari beberapa bulan sampai beberapa tahun.

Mereka berulang kali mengonsumsi penginapan, makanan dan minuman, transportasi, komunikasi, dan pengalaman budaya, lalu membagikan pengalaman daerah itu kepada keluarga dan teman. Singkatnya, mereka itu tamu sekaligus promotor. Karena itu, pemerintah daerah dan universitas ingin menggabungkan pendidikan konten K, pengalaman budaya, dan dukungan menetap untuk membuat model 'pendidikan tipe tinggal'. Ini strategi untuk menambah populasi hidup dan populasi relasi melampaui pariwisata. Populasi hidup berarti orang yang benar-benar menghabiskan waktu dan berbelanja di daerah itu, sedangkan populasi relasi berarti orang yang walau tidak pindah sepenuhnya, tetap menjaga hubungan terus-menerus.

Pada akhirnya, persaingan budaya K yang dibahas artikel ini bukan soal bisa mengadakan satu festival dengan baik. Ini adalah persaingan menyeluruh agar daerah bisa menunjukkan budaya dan ceritanya sendiri, membuat orang asing bisa bergerak tanpa kesulitan, dan kalau bisa membuat mereka tinggal lebih lama. Ke depan, daerah yang benar-benar kuat kemungkinan besar bukan sekadar tempat dengan banyak hal untuk dilihat, tetapi tempat yang ingin dikunjungi lagi, dan ingin dicoba untuk ditinggali lebih lama.

ℹ️Jadi, apa artinya buat kita

Persaingan untuk menarik wisatawan asing pada akhirnya bisa menjadi tekanan agar transportasi, bahasa, pembayaran, dan cara menjelaskan budaya di daerah berubah menjadi lebih internasional.

Mengubah Korea dari 'negara yang dilihat sekali' menjadi 'negara yang ingin ditinggali sebentar' tampaknya lebih dekat dengan tujuan nyata strategi K-culture daerah saat ini.

Kami akan memberi tahu cara hidup di Korea

Tolong banyak cintai gltr life

community.comments 0

community.noComments

community.loginToComment

Wisata K-culture, kenapa sekarang daerah tampil di... | GLTR.life