|
GLTR.life

Hidup di Korea, Dipahami

cut_01 image
cut_02 image
cut_03 image
cut_04 image

Versi Korea dari Coachella, kenapa sekarang Big 4 K-pop mau bergandengan tangan

Ini adalah penjelasan mendalam yang membahas pelan-pelan kenapa kerja sama dibutuhkan sekarang, mulai dari syarat sukses, model keuntungan, sampai isu persaingan usaha, untuk rencana festival sangat besar yang didorong bersama oleh 4 agensi besar K-pop.

Updated Apr 20, 2026

Empat agensi besar K-pop di dalam negeri sedang menyiapkan festival musik global bersama. Isinya adalah bahwa JYP, SM, YG, dan HYBE sedang membahas pendirian perusahaan patungan. Acara ini bukan sekadar konser gabungan, tetapi menargetkan festival besar yang membuat penggemar dunia datang ke Korea. Ada juga penjelasan bahwa ini didorong sebagai model perluasan K-culture yang lebih luas, bukan hanya pertunjukan K-pop. Park Jin-young sudah lama membicarakan mega event seperti ini, dan target tahun 2027 juga disebut. Namun, masih ada prosedur yang harus dilalui sebelum acara benar-benar bisa dibuka. Karena para pesaing membuat perusahaan bersama, proses seperti pelaporan penggabungan perusahaan ke Komisi Perdagangan Adil diperlukan. Jadi artikel ini bukan hanya memperkenalkan ide, tetapi juga menunjukkan momen ketika industri K-pop mencoba model kerja sama baru.

원문 보기
Latar belakang

Kenapa Big 4 yang dulu bersaing keras tiba-tiba mau jadi satu tim

Alasan kenapa situasi ini menarik itu jelas. HYBE·SM·JYP·YG awalnya adalah perusahaan yang bersaing keras di pasar yang sama untuk artis, fandom, saham, dan IP (kekayaan intelektual, yaitu hak yang bisa menghasilkan uang seperti lagu, nama grup, dan karakter). Ada juga kejadian mereka benar-benar bentrok langsung, seperti upaya HYBE untuk mengamankan saham SM. Tapi sekarang muncul pembicaraan untuk membuat perusahaan bersama dan mengadakan festival bersama.

Kalau dipikirkan kenapa, jawabannya ternyata cukup sederhana. Karena masalah industri K-pop sekarang bukan masalah yang bisa diselesaikan satu perusahaan sendirian. Streaming global naik dan fandom makin luas, tetapi tekanan seperti perlambatan penjualan album, memburuknya minat investasi, dan perubahan keuntungan yang berpusat pada pertunjukan sedang dirasakan seluruh industri bersama-sama. Singkatnya, sekarang bukan saatnya hanya lari masing-masing, tetapi sudah waktunya membuat stadion baru sama sekali.

Terutama untuk festival sekelas Coachella, sulit bertahan hanya dengan beberapa artis andalan dari satu perusahaan. Banyak fandom harus berkumpul sekaligus supaya penjualan tiket ikut besar, dan penerbangan, penginapan, sponsor merek, sampai konsumsi di lokasi juga ikut tumbuh. Jadi kerja sama kali ini terlihat lebih dekat pada penilaian bahwa kalau mau membuat panggung yang mewakili seluruh K-pop di Korea, perlu pengerahan total, bukan sekadar 'hubungan kami membaik'.

ℹ️Kalau diringkas satu kalimat

Kalau dulu antarperusahaan melakukan persaingan artis, sekarang lebih dekat pada persiapan persaingan platform untuk seluruh industri.

Mengadakan konser sendiri dan membuat festival yang menarik penggemar dari seluruh dunia ke Korea adalah permainan yang benar-benar berbeda.

Tekanan

Permintaan K-pop naik, tapi kenapa industri malah makin tidak tenang

Minat global memang naik, tetapi itu tidak langsung membuat perusahaan menjadi stabil. Angka di bawah ini menunjukkan tingkat kenaikan utama yang disampaikan CNBC dan penurunan harga saham terbesar yang disebut dalam artikel.

Kenaikan streaming Asia Tenggara420%
Kenaikan streaming global360%
Kenaikan streaming Amerika Serikat180%
Penurunan harga saham terbesar di antara agensi utama56%
Persiapan

Ide ini bukan pembicaraan yang baru muncul kemarin

'Coachella versi Korea' bukan kata tren yang tiba-tiba muncul, tetapi proyek yang pelan-pelan berkembang dari tahap ide ke tahap pelaksanaan.

1

Tahap 1: Masuk ke agenda pemerintah

Pada Oktober 2025, bersamaan dengan peluncuran Komite Pertukaran Budaya Populer, mulai diumumkan rencana acara sangat besar yang membesarkan K-pop sebagai aset industri dan diplomasi. Jadi, ini dilihat bukan sebagai acara dari agensi tertentu, tetapi sebagai platform budaya tingkat negara.

2

Tahap 2: Muncul nama dan rancangan

Proyek ini disebut dengan nama Fanomenon, dan dijelaskan sebagai format yang menggabungkan festival+acara penghargaan, bukan hanya pertunjukan. Juga disebutkan bahwa persiapannya membutuhkan sekitar 2 tahun.

3

Tahap 3: Mulai terlihat siapa pelaksananya

Pada April 2026, muncul laporan bahwa HYBE·YG·SM·JYP sedang menyiapkan pendirian perusahaan patungan. Ini bisa dilihat sebagai momen ketika dari tahap yang hanya punya visi, mulai terlihat 'siapa yang benar-benar akan melakukannya'.

4

Tahap 4: Target acara pertama di dalam negeri ditetapkan

Target yang diketahui sekarang adalah membuka acara pertama di Korea pada Desember 2027. Saat itu nanti, kemungkinan terwujudnya akan benar-benar diuji.

5

Tahap 5: Dari acara Korea menjadi merek global

Rencana berikutnya adalah tur ke kota-kota utama dunia setelah Mei 2028. Jadi, tujuannya bukan selesai setelah membuat satu acara besar di Korea, tetapi membuat merek internasional yang bergerak mengikuti fandom K-pop.

Syarat

Apa benar festival sekelas Coachella juga bisa dilakukan di Korea

SyaratKenapa pentingTugas yang harus diselesaikan Korea
Lineup gabunganFestival super besar bisa sukses kalau bisa mengundang beberapa fandom sekaligusSusunan yang tidak terjebak pada fandom perusahaan tertentu
Lokasi dan aksesPenggemar luar negeri akan datang kalau bandara·transportasi·shuttle nyamanHarus menghubungkan perpindahan dari bandara ke kota dengan lancar
Kapasitas akomodasiKalau bukan pertunjukan sehari tapi perjalanan menginap beberapa hari, pengeluaran jadi lebih besarPerlu penginapan di sekitar lokasi acara dan kestabilan harga
Konten pengalamanKalau hanya pertunjukan, perbedaannya dengan KCON luar negeri jadi kurang kuatHarus ditambah K-beauty·K-food·program partisipasi penggemar
Menjadi produk wisataYang harus dijual bukan tiket, tetapi 'alasan kenapa harus pergi ke Korea'Harus merancang keterhubungan dengan tur·wisata daerah·lokasi syuting
Sponsor·mediaKalau hanya mengandalkan tiket, sulit membuat struktur pendapatan sekelas CoachellaPerlu sponsor merek dan perluasan siaran langsung·digital
Menjadi merek yang berulangLebih penting festival yang kembali setiap tahun daripada sukses sekali sajaAcara ini harus dibesarkan bukan sebagai event, tetapi sebagai merek
Skala

Sebenarnya festival K-pop sudah tumbuh sampai seberapa besar

Bukan keadaan yang benar-benar kosong. Di luar negeri, festival K-pop sudah tumbuh menjadi acara besar. Tapi, karena ini bukan data resmi dengan standar yang sama, perlu diingat bahwa perkiraan penonton KCON LA 2023 yang disampaikan AP, pengunjung KCON Japan 2025 yang disampaikan The Korea Times, dan ungkapan "puluhan ribu orang per hari" dari laporan Hankyung dilihat berdampingan hanya sebagai bahan referensi.

KCON LA 2023 Perkiraan penonton140,000orang (berdasarkan artikel)
KCON Japan 2025 Pengunjung50,000orang (berdasarkan artikel)
Tokyo KCON 2024 Puluhan ribu orang per hari30,000orang (berdasarkan artikel)
Perluasan

Ini mungkin bukan konser, tetapi platform yang menjual seluruh K-culture

KategoriModel konser sederhanaModel platform K-culture
Sumber pendapatan utamaTiket·barang resmiTiket+dukungan merek+konsumsi di lokasi+wisata+niaga daring
PesertaBerpusat pada penontonPenonton+pembeli+UKM+pemerintah daerah+industri pariwisata
Susunan lokasiBerpusat pada tempat pertunjukanPertunjukan+kecantikan+makanan+fesyen+zona pengalaman
Saluran penjualanBerpusat pada hari acaraLokasi+e-commerce+promosi sebelum dan sesudah acara
Efek perluasanKepuasan penggemarKonsultasi ekspor, pencitraan kota, perluasan konsumsi wisata
Contoh utamaPertunjukan satu kaliKCON, K Collection, perluasan tipe SXSW
Regulasi

Bukan berarti kalau dilakukan bersama semuanya pasti tidak masalah

BidangKerja sama yang kemungkinan besar diizinkanTindakan yang makin dicurigai sebagai kartel
Operasi acaraInvestasi infrastruktur bersama, operasi panggung, pengelolaan keselamatanMenentukan standar bayaran penampil bersama atau menyingkirkan pesaing
PemasaranPromosi bersama di luar negeri, pengembangan paket wisataKesepakatan untuk membagi pelanggan·mitra bisnis
HargaMempertahankan kebijakan harga terpisah untuk tiap acaraMenentukan harga tiket atau biaya bersama
Berbagi informasiHanya berbagi informasi minimum yang diperlukan untuk menjalankan proyekPertukaran informasi sensitif seperti rencana harga masa depan, syarat transaksi, dan volume
Pengaruh pasarKerja sama terbatas pada proyek tertentuStruktur saat JV menjadi gerbang wajib pasar dan menghalangi pelaku usaha lain
Makna

Jadi, yang benar-benar ingin dibuat proyek ini mungkin bukan hanya satu pertunjukan

Kalau dilihat dari luar, cerita ini adalah berita bahwa 'big 4 mengadakan festival bersama'. Tapi kalau dilihat sedikit lebih dalam, ini sebenarnya terlihat seperti proses industri K-pop mencari rumus pertumbuhan berikutnya. Dulu lagu hit, fandom, dan penjualan album adalah hal utama, tetapi sekarang pengalaman gabungan jadi lebih penting: datang ke Korea, tinggal beberapa hari, menonton pertunjukan, membeli barang resmi, mencoba kecantikan dan makanan, lalu sampai berwisata.

Kalau ini berhasil, yang berubah bukan cuma kinerja perusahaan. Bagi penggemar luar negeri, Korea bisa melampaui sekadar 'negara dari grup yang mereka suka', dan menjadi tujuan festival yang wajib dikunjungi langsung setidaknya sekali. Seperti Coachella yang merupakan festival musik sekaligus menjadi simbol kota gurun, Korea juga sedang menggambar rencana yang lebih besar, yaitu menghubungkan K-pop dengan merek kota, pariwisata, dan ekspor barang konsumsi.

Tentu, sekarang masih tahap persiapan, dan masih banyak tantangan yang harus dilewati. Sampai sejauh mana kerja sama pesaing akan diizinkan, bagaimana menangani lokasi acara serta penginapan·transportasi, dan apakah ini benar-benar bisa menjadi merek yang dinanti setiap tahun, itulah kuncinya. Tetapi ada satu hal yang jelas. Pertanyaan sebenarnya dari proyek ini bukan 'apakah di Korea bisa mengadakan pertunjukan besar?', tetapi 'apakah Korea bisa membuat panggung untuk merasakan seluruh K-culture?'

💡Poin pembaca

Kalau proyek ini berhasil, pertunjukan K-pop bisa melampaui penjualan tiket dan menjadi alasan untuk mengunjungi Korea itu sendiri.

Kalau gagal, ini mungkin hanya berakhir sebagai 'satu konser gabungan lagi', tetapi kalau berhasil, ini bisa menjadi standar baru model ekspor budaya ala Korea.

Kami akan memberi tahu cara hidup di Korea

Mohon banyak cinta untuk gltr life

community.comments 0

community.noComments

community.loginToComment

Versi Korea dari Coachella, kenapa sekarang Big 4 K-pop... | GLTR.life