|
GLTR.life

Hidup di Korea, Dipahami

cut_01 image
cut_02 image
cut_03 image
cut_04 image

4.76 juta pengunjung ke Korea pada kuartal 1, kenapa pariwisata Korea sekarang begitu panas?

Dengan rekor tertinggi sepanjang masa 4.76 juta pengunjung ke Korea pada kuartal 1 tahun ini sebagai titik awal, ini adalah penjelasan mendalam untuk melihat sekaligus kekuatan K-culture, pemulihan pasar pariwisata, diversifikasi pasar, penyebaran ke daerah, sampai risiko tersembunyi.

Updated May 4, 2026

Wisatawan asing yang datang ke Korea pada kuartal 1 tahun ini berjumlah 4.76 juta orang. Jumlah ini naik 23% dibanding periode yang sama tahun lalu. Untuk kuartal 1, ini adalah angka tertinggi sepanjang masa. Pada bulan Maret lalu, 2.06 juta orang masuk, dan rekor tertinggi bulanan juga baru tercatat. Dalam artikel, latar belakang kenaikan ini adalah konser Bangtan Sonyeondan (BTS) di Gwanghwamun dan popularitas K-culture. Berdasarkan pasar, wisatawan Tiongkok paling banyak dengan 1.45 juta orang. Jepang 940K orang, dan Taiwan 540K orang. Khususnya Taiwan naik 37.7%, dan menjadi pasar utama dengan kenaikan paling besar. Wisatawan dari pasar jarak jauh seperti Amerika Serikat dan Eropa juga naik menjadi 690K orang. Pariwisata kapal pesiar mencatat 338 kapal masuk pelabuhan, naik 52.9% dibanding tahun lalu. Jumlah pendatang lewat bandara daerah naik 49.7%, dan tingkat kunjungan ke daerah juga meningkat menjadi 34.5%. Nilai konsumsi kartu oleh warga asing adalah 3triliun 2천12.8B KRW, dan kepuasan perjalanan adalah 90.8 poin. Pemerintah mengatakan akan merespons lebih awal terhadap faktor risiko seperti kenaikan harga tiket pesawat dan ketidakstabilan situasi internasional.

원문 보기
Inti

4.76 juta orang, ini bukan cuma satu angka, tapi tanda bahwa suasana pariwisata Korea sudah berubah

Angka 4.76 juta orang pengunjung ke Korea pada kuartal 1 tahun ini bukan cuma hal yang bisa disimpulkan dengan kalimat ‘yang datang banyak’. Setelah corona, untuk beberapa waktu pertanyaannya adalah ‘kapan kembali seperti dulu’, tapi sekarang pertanyaannya mulai berubah menjadi ‘apakah sedang tumbuh lebih besar dari dulu’.

Yang menarik adalah bentuk pemulihannya. Sampai tahun 2024, jumlah pengunjung ke Korea per tahun masih di level 93.5% dari tahun 2019, jadi dianggap masih tepat sebelum pulih sepenuhnya. Tapi berdasarkan kuartal, sudah terlihat arus yang melampaui angka tertinggi tahun 2019, dan pada kuartal 1 tahun 2026 jaraknya makin lebar. Singkatnya, sekarang kita sedang melihat pariwisata Korea berpindah dari ‘tahap pemulihan’ ke ‘awal ekspansi’.

Tentu, sulit untuk bilang bahwa statistik pariwisata satu negara bergerak hanya karena satu konser BTS. Tapi kalau konser, normalisasi penerbangan, pemulihan Tiongkok, Jepang, dan Taiwan, popularitas konten Hallyu, serta perluasan rute daerah terjadi bersamaan, ceritanya jadi berbeda. Jadi, rekor kali ini lebih dekat pada hasil dari beberapa arus yang saling bertemu secara bersamaan, bukan ledakan dari satu penyebab saja.

ℹ️Bagaimana cara membaca angka ini

Untuk standar kuartal 1, arus yang sudah melampaui angka tertinggi sebelum pandemi masih terus berlanjut.

Tapi kalau mau memastikan pasar tahunan sudah benar-benar membesar, kita juga harus melihat pendapatan pariwisata dan pengeluaran per orang bersama-sama.

Tren

Pengunjung ke Korea pada kuartal 1, arus yang mulai melampaui masa sebelum pandemi

Kalau kursor diarahkan ke titik, kamu bisa melihat angka tiap tahun.

0159317476(10 ribu orang)(Tahun)Pemulihan makin cepatMelewati 20192019202420252026
Hallyu

Satu konser BTS memang bukan yang menciptakan semuanya, tetapi bisa jadi tombol terakhir yang membuat orang memutuskan, ‘aku harus pergi’

Banyak orang berpikir begini. ‘Cuma karena satu konser, statistik seluruh wisatawan yang datang ke Korea bisa berubah?’ Betul, sulit bilang 1 kali konser sendirian mengguncang seluruh pasar tahunan. Tapi konser super besar sekelas BTS memberi alasan datang yang sangat kuat bagi orang yang memang sudah tertarik dengan Korea. Jumlah pencarian naik, reservasi penginapan bertambah, dan orang yang tadinya menunda beli tiket pesawat jadi tiba-tiba langsung bayar.

Alasan ini penting adalah karena wisata konser K-pop tidak berhenti hanya di harga tiket. Ada penggemar yang hanya menonton konser lalu pulang, tetapi sebenarnya sering kali pengeluaran berlanjut panjang, mulai dari beli merchandise, mengunjungi pop-up, tur lokasi syuting, keliling kafe, belanja kosmetik, sampai mencoba makanan. Singkatnya, konser lebih dekat sebagai alat untuk memperpanjang masa tinggal daripada ‘bisnis tiket masuk’.

Selain itu, kekuatan K-culture tidak hanya ada pada BTS saja. K-drama, kecantikan, kuliner, karakter, sampai citra kota seperti Sungai Han, semuanya bergabung dan membuat Korea menjadi satu ‘tujuan konten’. Jadi, catatan kali ini lebih tepat dilihat bukan sebagai efek BTS, tetapi bahwa struktur minat pada Hallyu yang berubah menjadi kunjungan nyata ke Korea semakin kuat.

💡Inti wisata konser

Konser bukan titik awal permintaan, tetapi momen yang mengubah minat yang sudah ada menjadi reservasi nyata.

Efek ekonomi yang benar-benar besar muncul saat ditambah penginapan, makanan dan minuman, belanja, sampai perjalanan di daerah.

Struktur

5 tahap saat konser K-pop berkembang menjadi konsumsi wisata nyata

Konser tidak selesai hanya dengan satu acara, tetapi menggerakkan seluruh alur perjalanan.

1

Tahap 1: pengumuman konser lebih dulu menggerakkan pencarian

Saat ada kabar tur dunia atau konser besar, penggemar langsung mencari tiket pesawat dan penginapan. Pada saat ini, orang yang sebelumnya belum memastikan pergi ke Korea juga mulai membuat rencana perjalanan yang lebih konkret.

2

Tahap 2: reservasi terkumpul di kota konser

Reservasi penginapan dan jumlah pencarian di platform perjalanan untuk kota tuan rumah konser seperti Seoul naik dengan jelas. Lonjakan besar pada bulan Maret yang disebut dalam artikel juga bisa dilihat sebagai hasil dari bertemunya permintaan acara seperti ini dan tren pemulihan umum.

3

Tahap 3: setelah masuk ke Korea, bukan hanya konser, tetapi juga ada ‘ziarah tempat wajib’

Penggemar tidak hanya pergi ke arena konser, tetapi juga sering mencari pop-up store, lokasi syuting, toko kolaborasi merek, sampai kafe terkait K-pop. Karena itu, konsumsi di area bisnis pusat kota juga ikut naik.

4

Tahap 4: jika masa tinggal lebih lama, belanja, penginapan, dan makan ikut bertambah

Ada yang menonton sehari lalu langsung pulang, tetapi wisata fandom skala sangat besar biasanya cenderung tinggal beberapa hari lebih lama. Pada saat itu, biaya penginapan, makanan, transportasi, merchandise, dan belanja kecantikan bertambah sekaligus.

5

Tahap 5: tidak berhenti di Seoul dan bisa menyebar ke kota lain

Ada juga pola setelah datang ke Korea karena konser, lalu lanjut pergi ke kota seperti Busan, Jeju, Gyeongju, dan Jeonju. Jadi, wisata konser juga bisa menjadi pintu masuk yang menghubungkan wisata daerah.

Pasar

Sekarang, negara mana yang paling banyak datang ke Korea?

Ini adalah ukuran pasar utama kunjungan ke Korea berdasarkan artikel kuartal 1 tahun 2026.

Tiongkok145puluh ribu orang
Jepang94puluh ribu orang
Amerika Serikat·Eropa dan wilayah jarak jauh lainnya69puluh ribu orang
Taiwan54puluh ribu orang
Perbandingan

Tiongkok, Jepang, Taiwan, dan Amerika Serikat, meski sama-sama turis asing, cara bergeraknya berbeda

Pasar yang sangat besar dan pasar yang tumbuh cepat itu belum tentu sama.

ItemTiongkokJepangTaiwanAmerika Serikat
Karakter pasarPasar inti dengan skala terbesarPasar kunjungan berulang yang dekat dan sering datangPasar dengan permintaan kuat untuk perjalanan bebas (FIT, perjalanan individu) dan tema khususPasar jarak jauh yang jauh, tetapi berpeluang tinggal lebih lama dan belanja lebih dalam
Ciri terbaruPemulihan wisata grup dan permintaan insentif itu pentingPemulihan penerbangan dan permintaan perjalanan akhir pekan jarak dekat kuatTingkat pertumbuhan tinggi dan respons pada Hallyu serta perjalanan musiman cepatGlobalisasi Hallyu dan permintaan pengalaman bernilai tambah tinggi sedang meluas
Arti bagi pariwisata KoreaMasih sangat besar secara mutlak, jadi tidak bisa diabaikanFondasi yang menopang stabilitas seluruh pasarKartu diversifikasi untuk mengurangi ketergantungan pada TiongkokBerpeluang terhubung ke wisata tinggal lebih lama dengan keuntungan tinggi
Sejarah

Bagaimana pariwisata Korea berpindah dari 'berpusat pada tamu jarak dekat' ke 'model tersebar jarak jauh'?

Perluasan pasar jarak jauh saat ini bukan perubahan yang terjadi dalam semalam.

1

1962: Mulai mengembangkan pariwisata sebagai industri nasional

Pendirian badan pariwisata internasional menjadi titik awal saat Korea mulai mengembangkan pariwisata secara sistematis. Tetapi pada masa awal, infrastruktur masih kurang dan pasar juga terbatas.

2

Akhir 2000-an: Struktur dasar masih berpusat pada Asia jarak dekat

Jika melihat dokumen kebijakan, dalam struktur yang berpusat pada Jepang dan Tiongkok, Amerika dan Eropa dianggap sebagai pasar yang harus didekati secara terpisah. Singkatnya, ada pembagian antara 'pasar utama' dan 'pasar pelengkap'.

3

Pertengahan 2010-an: Saat porsi Tiongkok membesar, risiko ketimpangan juga ikut membesar

Saat jumlah wisatawan Tiongkok meningkat besar, pasar tumbuh cepat, tetapi pada saat yang sama risiko ketergantungan pada negara tertentu juga membesar. Saat berjalan baik memang bagus, tetapi sekali terguncang dampaknya sangat besar.

4

2016~2017: Konflik THAAD menunjukkan bahaya 'ketergantungan pada satu negara'

Hanya satu konflik diplomatik mengguncang wisata grup dan kapal pesiar, sehingga kesadaran bahwa diversifikasi pasar bukan pilihan, tetapi strategi bertahan hidup, menjadi makin kuat.

5

2020-an: Dengan globalisasi Hallyu, pasar jarak jauh menjadi kenyataan

Dulu, Korea terasa seperti tujuan yang menarik bagi orang dari negara dekat. Tetapi sekarang, di Amerika dan Eropa juga, setelah melihat K-pop, drama, makanan, dan kecantikan, permintaan untuk 'ingin merasakan Korea itu sendiri' makin besar.

6

2024~2026: Perluasan porsi jarak jauh sekarang sudah menjadi strategi resmi

Porsi wisatawan jarak jauh naik dari 17% pada 2019 menjadi 21.2% pada 2024, dan pemerintah juga sudah meresmikan strategi untuk menargetkan pasar jarak jauh baru. Sekarang pariwisata Korea perlahan mulai lepas dari struktur yang berpusat pada negara sekitar.

Wilayah

Apakah wisata turis asing benar-benar menyebar ke luar Seoul

Ada tanda-tanda penyebaran, tetapi struktur besarnya masih terkonsentrasi di Seoul.

0275480(%)(Tahun)Persentase kunjungan ke SeoulPersentase kunjungan ke daerah201920232026
Kota

Kenapa kota-kota yang lebih dulu populer di luar Seoul dipilih orang

Walau disebut ‘penyebaran ke daerah’, bukan berarti seluruh negeri naik dengan merata. Kota yang punya alasan jelas untuk dikunjungi biasanya tumbuh lebih dulu.

KotaKenapa pergi
BusanLaut, makanan, dan wisata kota bisa dinikmati sekaligus
Kesan
Kota laut dengan ritme yang berbeda dari Seoul
JejuAlam, liburan santai, berkendara, wisata musiman
GyeongjuWarisan sejarah dan suasana kota kuno
JeonjuHanok, makanan Korea, pengalaman tradisional
Wilayah GangwonPemandangan pantai, wisata musiman, perjalanan dengan kereta·mobil sewaan
Kualitas

Apakah yang naik cuma jumlah turis? Cara orang membelanjakan uang pulih lebih cepat

Ini perbandingan pemulihan dengan 2019 sebagai angka 100.

Jumlah pengunjung62.32019=100
Total pendapatan pariwisata802019=100
Pendapatan pariwisata per orang1292019=100
Makna

Jadi, tepat kalau membaca masa ramai pariwisata Korea sekarang sebagai ‘angka bagus dan isinya juga sedang membaik’

Jumlah pengunjung ke Korea yang bertambah dan industri pariwisata yang menjadi lebih sehat memang dari awal adalah dua hal yang berbeda. Tapi kalau lihat tren terbaru, pariwisata Korea bukan cuma tumbuh secara jumlah. Pendapatan pariwisata per orang pulih lebih cepat daripada jumlah pengunjung, dan juga terlihat perubahan kualitas, dari yang dulu fokus belanja saja menjadi porsi penginapan·makanan dan minuman yang makin besar.

Ini perubahan yang cukup penting. Dulu model yang kuat adalah ‘asal banyak yang datang lalu banyak belanja di toko bebas bea sudah cukup’, tapi sekarang arahnya bergeser ke tinggal lebih lama dan menikmati pengalaman yang lebih beragam. Turis jarak jauh, wisata pengalaman Hallyu, dan perjalanan yang berpindah ke berbagai daerah semuanya terhubung ke sini.

Tapi tentu bukan cuma ada kabar baik. Kalau ongkos pesawat naik atau situasi internasional goyah, permintaan jarak jauh bisa menyusut lebih dulu, dan kalau porsi pasar tertentu membesar lagi, keadaan bisa kembali rentan terhadap guncangan seperti dulu. Jadi, paling realistis kalau melihat masa sekarang sebagai masa ketika ‘pertumbuhan’ dan ‘pengelolaan ketidakstabilan’ dibutuhkan bersamaan.

⚠️Supaya masa ramai bisa bertahan lama

Kalau kembali terlalu bergantung pada satu negara saja, yaitu China, risiko yang sama seperti dulu bisa terulang.

Bukan cuma total jumlah pengunjung, tapi juga pengeluaran per orang, penyebaran ke daerah, dan kestabilan pasokan penerbangan harus dilihat bersama.

Risiko

Faktor-faktor yang harus lebih diperhatikan saat sedang bagus: sejarah guncangan yang menggoyang pariwisata Korea

Pariwisata Korea dari dulu cukup sensitif terhadap faktor luar. Kalau lihat masa lalu, kita jadi paham kenapa sekarang kata ‘diversifikasi’ terus diulang sebagai hal penting.

1

2015: Risiko kesehatan yang terlihat dari MERS

Penyakit menular bisa langsung mendinginkan minat wisata. Saat MERS, pariwisata Korea langsung terkena guncangan, dan pemerintah sampai harus menyiapkan langkah tanggapan khusus.

2

2016~2017: Guncangan karena ketergantungan pada Tiongkok dan konflik THAAD

Pembatasan wisata grup dari Tiongkok dan penurunan tajam kapal pesiar menunjukkan dengan sangat jelas ‘apa yang bisa terjadi kalau terlalu bergantung pada satu negara’.

3

2020: COVID-19 menghentikan industrinya sendiri

Saat kontrol perbatasan dan pengurangan penerbangan datang bersamaan, pariwisata jadi bukan soal pemulihan, tapi soal bertahan hidup. Setelah masa ini, pasokan penerbangan menjadi syarat utama pemulihan pariwisata.

4

Setelah 2023: kunci pemulihan adalah penerbangan, visa, dan stabilitas diplomatik

Walaupun Hallyu kuat, kalau tidak ada pesawat atau tarifnya terlalu mahal, permintaan akan turun. Semakin penting pasar jarak jauh, semakin besar juga pengaruh faktor seperti ini.

5

Sekarang: makin bagus angkanya, makin perlu memperhatikan diversifikasi pasar

Memang benar masa ramai sekarang itu kabar baik, tapi kalau mau melihat keberlanjutannya, kita perlu melihat bersama indikator seperti porsi per negara, pasokan penerbangan, situasi internasional, dan penyebaran regional. Dengan begitu, kita bisa membedakan apakah kenaikan kali ini cuma lonjakan sementara atau perubahan struktural.

Saya akan memberi tahu cara hidup di Korea

Tolong banyak cintai gltr life

community.comments 0

community.noComments

community.loginToComment

4.76 juta pengunjung ke Korea pada kuartal 1, kenapa... | GLTR.life