|
GLTR.life

Hidup di Korea, Dipahami

cut_01 image
cut_02 image
cut_03 image
cut_04 image

Mengapa pemerintah membuat 'bulan pergi ke laut' pada bulan Mei

Mari kita pahami perubahan dan konteks kebijakan wisata laut Korea yang tersembunyi di balik diskon penginapan dan program chef.

Updated Apr 20, 2026

Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Organisasi Pariwisata Korea mengadakan kampanye 'bulan pergi ke laut' pada bulan Mei. Tujuannya adalah menghidupkan wisata di wilayah pesisir dan membuat orang datang ke laut bahkan sebelum musim panas. Slogannya adalah 'digali terus pun tidak ada habisnya'. Dalam kampanye ini ada program kuliner 1 malam 2 hari 'meja makan laut dari chef'. Juga dijalankan 32 program di wilayah pesisir seluruh negeri, seperti program hewan pendamping di Taean, wisata jalan kaki pulau di Gunsan, dan konser musik tepi laut di Uljin. Maksudnya adalah menunjukkan bahwa laut bukan hanya tempat untuk berenang, tetapi juga tempat untuk makan, berjalan, dan beristirahat. Ada juga manfaat diskon. Penginapan di wilayah pesisir mendapat diskon sampai 30K KRW, dan untuk 2 malam atau lebih sampai 50K KRW. Diskon produk wisata laut juga diberikan bersama. Pemerintah ingin menambah kunjungan dan konsumsi daerah dengan cara ini.

원문 보기
Latar belakang

Mengapa pemerintah tiba-tiba membuat 'bulan pergi ke laut' pada bulan Mei

Kalau hanya melihat artikelnya saja, ini kelihatan seperti acara diskon liburan musim semi biasa. Tapi kalau dilihat sedikit lebih dalam, ini lebih mirip percobaan untuk mengubah wisata laut yang menumpuk di satu musim panas menjadi industri sepanjang tahun. Pemerintah sengaja memilih bulan Mei karena ingin menjadikan 'bulan yang tanggung' tepat sebelum musim ramai panas sebagai waktu konsumsi yang baru.

Wisata laut di Korea sudah lama berpusat pada pantai dan liburan musim panas. Jadi masa orang datang ramai itu pendek, dan usaha di wilayah pesisir jadi bergantung pada jualan hanya beberapa minggu. Kalau melihat data pemerintah, belakangan kebijakan wisata laut lebih mementingkan berapa lama orang tinggal di daerah dan berapa banyak yang mereka belanjakan di sana daripada sekadar jumlah pengunjung. Karena ekonomi daerah bisa bertahan kalau konsumsi penginapan, makanan, rekreasi, dan transportasi hidup bersama.

Ada latar belakang yang lebih besar juga. Wilayah pesisir, desa nelayan, dan pulau terus menghadapi masalah jumlah penduduk yang menurun dan dasar kehidupan yang melemah. Jadi pemerintah ingin memakai wisata laut bukan sebagai 'melihat pemandangan indah' saja, tetapi sebagai alat kebijakan untuk menambah populasi yang beraktivitas dan membuat uang berputar di daerah. Singkatnya, kampanye bulan Mei ini lebih dekat ke Resep obat (cheobangjeon) ekonomi daerah daripada iklan perjalanan.

ℹ️Tujuan asli kampanye ini

Mengurangi penumpukan pada musim ramai panas dan membuat permintaan di musim sepi.

Menambah konsumsi penginapan, makan di luar, dan rekreasi agar penjualan wilayah pesisir berjalan sepanjang tahun.

Terhubung dengan kebijakan untuk menambah semangat dan populasi yang beraktivitas di desa nelayan dan wilayah pulau.

Tujuan

Yang dituju kampanye ini adalah empat hal yang lebih dari sekadar diskon

SumbuApa yang ingin dilakukanMengapa penting
Penyebaran permintaanMendorong kunjungan ke laut pada bulan Mei, tepat sebelum musim panasMengurangi kepadatan musim ramai dan menciptakan penjualan di musim sepi
Ekonomi pesisirMenggabungkan konsumsi penginapan, makanan, dan rekreasi untuk memperbesar pengeluaran daerahDibanding liburan singkat, konsumsi dengan tinggal lebih lama bertahan lebih lama di daerah
Tanggapan terhadap lenyapnya daerahMemperluas populasi yang beraktivitas dan alasan berkunjung ke desa nelayan dan wilayah pulauPariwisata menjadi mesin pendukung untuk pekerjaan dan semangat daerah
Perubahan merekMendefinisikan ulang laut dari pantai musim panas menjadi ruang pengalaman empat musimKe depan, perlu dibangun citra 'laut yang bisa didatangi kapan saja'
Sejarah

Bagaimana laut Korea berubah dari 'pantai musim panas' menjadi 'tujuan wisata empat musim'

Kampanye bulan Mei yang sekarang tidak muncul tiba-tiba. Ini berdiri di atas arus panjang saat cara orang Korea melihat laut berubah sedikit demi sedikit.

1

Tahap 1: Periode modern awal, laut menjadi ruang liburan

Pada tahun 1910~1930-an, budaya pantai mulai terbentuk. Laut yang awalnya menjadi ruang hidup dan tempat menangkap ikan mulai berubah menjadi tempat liburan musim panas dan istirahat bergaya modern.

2

Tahap 2: Era industrialisasi, rumus 'laut = liburan musim panas' makin kuat

Pada tahun 1960~1980-an, saat pendapatan naik dan transportasi makin baik, pantai menjadi simbol liburan musim panas untuk keluarga. Pada masa ini, pantai terkenal seperti Haeundae membentuk citra standar nasional, dan di pikiran orang Korea, laut tertanam kuat sebagai 'tempat yang dikunjungi saat musim panas'.

3

Tahap 3: Akhir 1990-an, kebijakan pariwisata mulai bicara tentang diversifikasi

Saat waktu luang bertambah dan selera makin beragam, di dokumen kebijakan pun pariwisata tidak lagi dilihat hanya sebagai berenang di pantai. Sejak masa ini, muncul dorongan kuat untuk memperluasnya menjadi pariwisata tinggal lebih lama dengan menambahkan budaya, sejarah, dan pengalaman langsung.

4

Tahap 4: Tahun 2000~2010-an, ditambah alasan selain bermain air

Unsur seperti festival lumpur, olahraga rekreasi laut, kereta gantung, jalur jalan kaki, pemandangan malam, dan jalan kafe mulai ditambahkan di sekitar pantai. Artinya, fungsi laut meluas dari 'tempat untuk berenang' menjadi 'tempat untuk bermain, melihat-lihat, foto, dan berjalan'.

5

Tahap 5: Tahun 2020-an, dirancang ulang sebagai merek empat musim

Sekarang, pemerintah daerah bahkan menggabungkan pariwisata malam, wellness, kuliner, jalan-jalan dengan hewan peliharaan, dan media art untuk menjadikan pantai sebagai destinasi wisata sepanjang tahun. Bisa dibilang, 'Mei, bulan pergi ke laut' adalah contoh yang merangkum arus ini menjadi kampanye tingkat nasional.

Perbandingan

Apa bedanya wisata laut dulu dan sekarang

ItemModel lamaModel sekarang
Konten intiBerenang di pantai, liburan musim panas, melihat pantaiKuliner, jalan kaki, hewan peliharaan, konser musik, program malam
Masa operasionalFokus pada musim ramai musim panasDiperluas sampai musim semi, musim gugur, dan malam hari
Cara konsumsiPerjalanan sehari atau menginap singkatTinggal 2 malam atau lebih dan konsumsi yang terhubung dengan daerah setempat
Tujuan kebijakanMengumpulkan banyak orang ke pantaiMembuat orang tinggal lebih lama di daerah dan membelanjakan uang
Citra lautPantai yang hanya teringat saat musim panasDestinasi wisata berbasis pengalaman yang bisa dikunjungi kapan saja
Kuliner

Kenapa sekarang chef dan kuliner muncul lebih dulu daripada berenang di pantai

Yang paling menonjol di artikel ini sebenarnya bukan diskon penginapan, tetapi ungkapan seperti 'hidangan laut ala chef'. Ini kampanye laut, jadi agak mengejutkan karena makanan muncul lebih dulu daripada berenang. Tapi belakangan ini, kebijakan pariwisata melihat apa yang dimakan dan cerita seperti apa yang dialami di daerah itu sebagai produk yang lebih kuat daripada satu foto tempat terkenal.

Alasannya sederhana. Makanan membuat waktu tinggal di daerah menjadi lebih lama, dan pengeluaran menyebar ke banyak jenis usaha. Berenang di pantai sangat dipengaruhi cuaca dan musim, tetapi kuliner bisa dinikmati pada musim semi dan juga saat hujan. Jadi, dari sudut pandang daerah, ini adalah aset pariwisata yang jauh lebih stabil. Bagi orang asing juga, 'wisata makanan' sering dipakai dalam pencitraan daerah karena menjadi alasan kuat untuk datang ke Korea.

Akhirnya, kalau chef dan kuliner muncul di depan, itu berarti standar penilaian kebijakan pariwisata sudah bergeser dari berapa banyak yang datang menjadi berapa lama orang tinggal dan seberapa dalam mereka membelanjakan uang. Budaya makanan lokal dengan laut sebagai latar adalah produk yang paling jelas menunjukkan perubahan itu.

💡Alasan kuliner kuat

Relatif lebih sedikit terpengaruh musim dan cuaca.

Mudah menggabungkan konsumsi penginapan, makan di luar, dan pengalaman sekaligus.

Bisa menciptakan ciri khas daerah, yaitu 'alasan makan yang hanya ada di sini'.

Permintaan

Belakangan ini, seberapa terbagi wisata laut menurut selera masing-masing

Hanya dengan melihat data perjalanan bersama hewan peliharaan, kita bisa merasa betapa pasar wisata Korea sudah sangat terbagi-bagi.

Pengalaman wisata dengan hewan peliharaan41%
Niat wisata bersama di masa depan54.6%
Daerah

Lautnya sama, tapi pengalaman yang dijual beda di tiap daerah

DaerahPengalaman yang ditonjolkanEfek yang dituju
WandoJalan kaki di pulau, penyembuhan, konserMemperpanjang waktu tinggal dan memperluas konsumsi emosional
Pesisir GangwonRekreasi laut, koneksi kereta, program hewan peliharaanMengamankan pengunjung sesuai selera dan diferensiasi
GunsanWisata jalan kaki pulau, trekking lautMenciptakan permintaan wisata bertujuan khusus
SiheungProgram bebas hambatan dan ekologiMemperluas kelompok sasaran dan memperbaiki aksesibilitas
Efek

Apakah diskon penginapan benar-benar bisa menggerakkan orang

Diskon memang jelas ada efeknya. Tapi angka ini perlu dilihat bukan hanya sebagai kekuatan kupon penginapan saja, melainkan sebagai hasil keseluruhan kampanye yang menggabungkan transportasi, pengalaman, dan acara daerah.

Penerima manfaat 2023103juta orang·triliun won·%
Pengeluaran wisata Maret 202413.5juta orang·triliun won·%
Dibanding periode sama tahun lalu tingkat kenaikan konsumsi3.1juta orang·triliun won·%
Penilaian

Jadi, yang benar-benar menggerakkan orang itu harga atau konten

PembagianDiskon hargaKonten
Momen paling kuatMendorong orang yang menunda reservasi untuk segera membayarMembuat orang menentukan sendiri mau pergi ke mana
Hal yang paling bagus dilakukanMemperkuat permintaan di musim sepi, mendorong kunjungan pertamaMemperpanjang waktu tinggal, kunjungan bertujuan khusus, menciptakan alasan untuk datang lagi
BatasanSetelah acara selesai, efeknya bisa melemahKalau pengelolaan dan kualitas yang menarik tidak ikut mendukung, promosi dari mulut ke mulut jadi lemah
Rancangan kebijakanMenurunkan hambatan masuk dengan kupon dan voucher diskonMenciptakan kepuasan dengan festival, kuliner, dan program malam
Makna

Jadi, yang benar-benar ingin diubah oleh kebijakan ini bukan 'waktu perjalanan'

Kalau dilihat dari luar, kebijakan ini seperti bilang, 'Pergilah ke laut juga pada bulan 5.' Tapi maksud dalamnya lebih besar. Ini ingin mengubah merek laut Korea dari pantai musim panas menjadi ruang hidup dan pengalaman sepanjang tahun. Di baliknya ada penilaian bahwa hanya dengan citra yang berpusat pada pantai saja, ekonomi daerah dan daya saing wisata sudah sulit bertahan lama.

Jadi ada koki, ada program hewan peliharaan, lalu ditambah jalan kaki di pulau dan konser musik. Orang datang bukan hanya untuk melihat laut, tetapi untuk membangun alasan agar orang makan, berjalan, menginap, lalu datang lagi di laut. Diskon itu seperti pegangan pintu yang membuka pintu, dan konten itu seperti ruangan yang membuat orang mau masuk ke dalam. Begitu lebih mudah dipahami.

Kalau artikel ini dilihat dari sudut pandang orang asing yang tinggal di Korea, ini jadi lebih menarik. Laut di Korea sekarang bukan lagi hanya latar belakang foto liburan musim panas, tetapi sudah menjadi ruang tempat budaya makanan daerah, cara hidup, dan percobaan kebijakan terlihat sekaligus. Jadi, pertanyaan inti kampanye ini bukan 'Mau ke laut pada bulan 5?' tetapi lebih dekat ke bagaimana Korea sedang membentuk ulang citra negaranya lewat laut.

⚠️Kalau diringkas dalam satu kalimat

Diskon membuat orang bergerak, dan konten membuat orang datang lagi.

'Bulan pergi ke laut pada bulan 5' bukan musim laut, tetapi kebijakan yang mengubah merek laut.

Kami memberi tahu cara hidup di Korea

Tolong banyak cintai gltr life

community.comments 0

community.noComments

community.loginToComment

Mengapa pemerintah membuat 'bulan pergi ke laut' pada... | GLTR.life