|
GLTR.life

Hidup di Korea, Dipahami

cut_01 image
cut_02 image
cut_03 image
cut_04 image

Apotek jadi tujuan wajib wisata Korea, kenapa orang asing sangat suka obat K?

Penjelasan mendalam yang membahas sekaligus perubahan konsumsi di balik tren apotek Myeongdong, sejarah kepercayaan pada obat Korea, sampai perbedaan sistem di tiap negara

Updated Jul 28, 2026

Di apotek Myeongdong, Seoul, banyak turis asing berkumpul. Dulu toko kosmetik yang populer, tapi sekarang apotek juga jadi tempat yang wajib dikunjungi. Para turis mencari produk seperti salep regenerasi, obat jerawat, patch pereda nyeri, dan suplemen. Artikel ini menjelaskan bahwa orang asing melihat apotek Korea bukan hanya sebagai tempat jual obat, tetapi sebagai tempat belanja yang bisa dipercaya. Mereka bisa langsung bertanya kepada apoteker, dan ada juga anggapan kuat bahwa produk Korea itu efektif. Karena itu, muncul juga istilah seperti 'Ol·Da·Yak' yang berarti keliling Olive Young, Daiso, dan apotek bersama-sama. Khususnya di daerah seperti Myeongdong yang banyak turis, jumlah apotek bertambah cepat. Fenomena ini juga terhubung dengan arus bahwa setelah K-beauty, sekarang obat K mulai naik daun. Artikel asli melihat peta konsumsi wisata Korea sedang berubah menjadi belanja kebutuhan sehari-hari dan belanja berdasarkan khasiat.

원문 보기
Pengantar

Apotek jadi bagian rute wisata? Kenapa ini jadi berita

Kalau sudah lama tinggal di Korea, apotek terasa seperti infrastruktur lingkungan biasa. Saat mulai masuk angin, mampir. Saat butuh plester, mampir. Atau ruang yang kamu cari di aplikasi peta karena buka sampai malam. Nah, sekarang bagi turis asing, apotek ini sedang jadi 'tujuan belanja yang wajib didatangi kalau datang ke Korea'.

Yang membuat fenomena ini menarik adalah karena ini bukan tren yang muncul hanya karena obatnya murah. Orang asing melihat apotek Korea sebagai 'tempat yang menyelesaikan masalah'. Mereka datang untuk mencari produk yang khasiatnya bisa langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti salep untuk kulit yang sedang iritasi parah, krim pemulihan setelah tindakan perawatan, atau patch pereda nyeri yang bisa langsung ditempel.

Kalau dulu simbol belanja wisata Korea adalah toko bebas bea dan kosmetik, sekarang saluran yang jauh lebih sehari-hari seperti Olive Young, Daiso, dan apotek sedang naik. Jadi berita ini bukan cuma cerita bahwa 'apotek itu populer', tapi harus dibaca sebagai tanda bahwa cara orang asing mengonsumsi Korea itu sendiri sedang berubah.

ℹ️Singkatnya

Sekarang apotek bagi orang asing mulai terlihat bukan hanya sebagai 'tempat pergi saat sakit', tapi juga 'tempat belanja yang bisa dipercaya'.

Intinya bukan harga, tetapi kepercayaan, konsultasi, dan khasiat yang langsung terasa.

Perbandingan

Olive Young menjual tren, apotek menjual solusi

Keduanya sama-sama sering dikunjungi orang asing, tapi pengalaman yang diharapkan cukup berbeda.

Item perbandinganToko H&B
Daya tarik utamaK-beauty yang sedang tren dan banyak pilihan
Apotek Korea
Produk berfokus pada khasiat dan konsultasi apoteker
Alasan belanjaIngin terlihat cantik, ingin mengikuti tren
Produk utamaMakeup, perawatan kulit, masker wajah, produk tren
Cara membeliBelanja sendiri dengan memilih dan membandingkan langsung
Perbedaan yang dirasakan turisSeru dan banyak yang bisa dilihat
Belanja

Inilah obat K yang benar-benar sering dibeli orang asing

Kesamaannya, ini adalah produk sehari-hari yang bisa langsung dipakai saat bepergian atau setelah pulang, bukan barang mewah untuk hadiah.

Jenis produkKenapa dicari
Salep bekas luka·regenerasiKarena berharap membantu pemulihan setelah tindakan atau menenangkan kulit
Daya tarik yang terlihat di mata orang asing
Citra sebagai 'produk yang dipakai setelah ke dermatologi Korea'
Obat jerawatKarena ingin cepat mengatasi masalah kulit yang tiba-tiba muncul
DermacosmeticKarena lebih mudah mencari produk untuk kulit sensitif
Patch pereda nyeriKarena mudah dipakai dan hasilnya gampang langsung terasa
Suplemen·obat pereda mabuk·ginseng merahKarena minat pada produk perawatan kesehatan gaya Korea
Angka

Kalau dilihat dengan angka, makin jelas: transaksi terkait medis orang asing naik hampir 5 kali lipat

Ini menunjukkan seberapa cepat pengeluaran wisatawan untuk hal terkait medis dan apotek bertumbuh.

0976,6101,953,2212,929,831(kasus)(Tahun)20202024
Perubahan

Kenapa setelah K-beauty sekarang K-obat

Awalnya adalah kosmetik Korea. Kemasannya cantik, harganya juga masuk akal, dan produk baru cepat keluar, jadi dari sudut pandang orang asing itu menjadi 'belanja yang seru'. Tapi seiring waktu, standar konsumsi sedikit berubah. Sekarang, dibanding 'apakah terlihat cantik', orang mulai lebih bertanya 'apakah benar-benar efektif'.

Perubahan ini bukan berarti K-beauty melemah. Justru, kepercayaan yang dibangun K-beauty menyebar ke arah yang lebih dalam. Sudah ada budaya yang pandai membuat produk sesuai jenis kulit, kualitasnya bagus dibanding harga, dan fungsinya dijelaskan dengan rinci. Kepercayaan itu lalu berlanjut ke produk apotek, dermacosmetic, dan obat bebas (obat yang bisa dibeli tanpa Resep obat (cheobangjeon)).

Jadi kalau melihat konsumsi orang asing belakangan ini, terasa kuat ada perpindahan dari 'konsumsi untuk berhias' ke 'konsumsi untuk merawat'. Singkatnya, daripada membeli satu lipstik warna lagi, mereka memilih krim penenang kemerahan atau salep bekas luka. Ini juga berarti arahnya berubah dari suvenir wisata menjadi barang praktis yang akan terus dipakai nanti.

💡Inti arus ini

K-obat bukan sisi kebalikan dari K-beauty, tetapi lebih dekat ke tahap berikutnya saat K-beauty berkembang dengan fokus pada khasiat.

Standar konsumsi sedang berpindah dari kemasan·tren ke kandungan·uji klinis·efek yang bisa langsung dirasakan.

Industri

Cukup lihat ekspor industri kesehatan, arus ini sudah terlihat

Kalau melihat skala ekspor industri kesehatan Korea pada 2024, bisa terlihat bahwa kosmetik dan obat-obatan tumbuh bersama.

Kosmetik101.8miliar dolar AS
Obat-obatan92.7miliar dolar AS
Alat kesehatan58.1miliar dolar AS
Kategori

Kosmetik fungsional dan obat bebas, apa bedanya sampai bikin bingung?

Di mata orang asing, keduanya terlihat seperti 'produk yang ada efeknya', tapi dalam sistem Korea keduanya diperlakukan jelas berbeda.

KategoriKosmetik fungsional
Tujuan dasarKosmetik dengan fungsi tertentu seperti mencerahkan, memperbaiki kerutan, dan melindungi dari sinar UV
Obat bebas
Obat untuk tujuan pengobatan, meredakan, atau pencegahan
Cara menyebut efekFokus pada perbaikan kondisi kulit
Konteks pembelianBelanja kecantikan atau rutinitas perawatan kulit
Alasan orang asing bingungKarena juga dijual di apotek dan terlihat profesional
SingkatnyaProduk untuk jadi lebih cantik dan merawat diri
Sejarah

Butuh waktu lebih lama dari yang dibayangkan sampai orang percaya pada obat Korea

Kepercayaan yang dirasakan orang asing hari ini di apotek Myeongdong bukan muncul dalam semalam.

1

Tahap 1: Pembukaan pelabuhan dan munculnya obat modern

Setelah pembukaan pelabuhan pada 1876, ilmu kedokteran dan farmasi Barat masuk, lalu pada 1897 muncul merek simbolis seperti Donghwa Yakbang dan 가스활명수. Rasa bahwa ini adalah 'obat yang bertahan lama' mulai dari sini.

2

Tahap 2: Membangun dasar industri farmasi dalam negeri

Setelah kemerdekaan, pada masa pemulihan dan proses industrialisasi tahun 1960-an, dasar produksi obat dalam negeri mulai terbentuk. Saat itu Korea berubah dari negara yang hanya mengimpor obat menjadi negara yang membuatnya sendiri.

3

Tahap 3: Penerapan GMP pada 1977

GMP adalah standar produksi dan kontrol mutu agar obat dibuat bersih dan stabil dengan standar yang tetap. Sederhananya, ini adalah saat ketika pertanyaan 'obat ini, boleh dipercaya tidak?' mulai dijawab lewat sistem.

4

Tahap 4: Memperkuat riset dan pengembangan serta keahlian apotek

Setelah undang-undang paten diterapkan pada 1987, riset dan pengembangan menjadi aktif, dan pada 2000 dengan pemisahan resep dan penjualan obat, apotek makin kuat sebagai ruang peracikan dan konsultasi profesional daripada sekadar loket penjualan di samping rumah sakit.

5

Tahap 5: Masuk ke standar internasional

Keikutsertaan dalam PIC/S pada 2014 dan ICH pada 2016 punya arti besar bahwa kualitas obat dan sistem regulasi Korea diakui secara internasional. Latar belakang seperti ini juga ada di balik kepercayaan yang dirasakan orang asing.

6

Tahap 6: K-beauty dan SNS menerjemahkan kepercayaan menjadi konsumsi

Tren besar K-apotek pada 2025~2026 adalah hasil dari K-beauty, wisata medis, dan budaya daftar belanja SNS yang menumpang di atas kepercayaan sistem yang sudah lama dibangun. Sekarang kepercayaan sistem mulai terlihat sebagai konsumsi wisata.

Kepercayaan

Alasan orang asing percaya pada apotek Korea bukan cuma soal suasana

Kalau dibilang orang asing percaya pada apotek Korea, itu bukan hanya karena tokonya bersih. Kalau dilihat lebih dalam, ada empat lapisan yang saling bertumpuk. Yaitu sistem, ruang, produk, dan budaya.

Pertama, dari sisi sistem, kontrol mutu dari otoritas obat dan makanan serta standar produksi seperti GMP menjadi dasarnya. Dari sisi ruang, apotek Korea dekat dengan area tempat tinggal, relatif rapi, dan di daerah wisata bahkan ada panduan multibahasa. Dari sisi produk, ada produk khusus apotek atau produk fungsional berbasis obat yang tidak ada di Olive Young. Terakhir, dari sisi budaya, SNS menyebarkan daftar 'ini harus dibeli di Korea' sehingga kepercayaan menyebar lebih cepat.

Yang menarik, empat hal ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Sistem membuat dasar kualitas, ruang meningkatkan akses, produk memberi efek yang bisa dirasakan, dan budaya menciptakan promosi dari mulut ke mulut. Jadi dari sudut pandang orang asing, apotek Korea terlihat bukan sekadar toko yang menjual barang, tapi seperti tempat di mana kepercayaan dirancang secara struktural.

ℹ️4 pilar yang membangun kepercayaan

Sistem: Kementerian Keamanan Pangan dan Obat, GMP, standar regulasi internasional

Ruang: apotek yang mudah diakses, toko yang rapi, panduan multibahasa

Produk: OTC khusus apotek dan produk fungsional

Budaya: pengalaman K-beauty dan daftar belanja SNS

Perbandingan

Kenapa di Korea membeli obat terlihat lebih mudah: perbandingan 4 negara

Yang menarik, kalau hanya melihat sistem yang sebenarnya, Korea bukan negara yang paling bebas.

NegaraSaluran penjualan utamaPengalaman yang dirasakanCiri utama
KoreaBerpusat pada apotek, beberapa obat siaga aman dijual di minimarketTipe konsultasi, bisa langsung bertanya kepada apotekerRegulasinya relatif konservatif, tetapi kepadatan apotek tinggi jadi terasa mudah
Amerika SerikatSangat beragam seperti supermarket, drugstore, dan onlineTipe mandiri, memilih sendiri dengan melihat labelDalam sistem, cakupan penjualan bebas OTC luas
JepangBerpusat pada drugstore, tenaga penjual dibedakan menurut tingkat risikoCampuran konsultasi dan pilih sendiriMenurut tingkat risiko, ditangani oleh apoteker atau penjual terdaftar
InggrisDibagi menjadi obat apotek (P) dan obat penjualan umum (GSL)Salurannya berbeda menurut jenis barangStruktur yang membagi obat tanpa resep dengan lebih rinci
Kawasan niaga

Kenapa harus Myeongdong: tren apotek tumbuh di jalur wisata

Fenomena ini tidak terjadi sama di semua apotek di seluruh negeri. Intinya adalah jalur wisata. Myeongdong sejak awal adalah kawasan belanja yang paling banyak didatangi orang asing, dan saluran konsumsi gaya hidup seperti toko bebas bea, Olive Young, Daiso, dan restoran kaki lima sudah lebih dulu berkumpul di sana. Apotek lalu masuk secara alami ke dalam jalur itu.

Khususnya, apotek di Myeongdong agak berbeda dari apotek lingkungan biasa. Produk seperti salep pemulihan, obat jerawat, patch, dan makanan kesehatan yang banyak dicari orang asing ditempatkan di bagian depan, dan sering ditata berdasarkan 'masalah kulit' atau 'kegunaan' daripada klasifikasi efek obat. Singkatnya, apotek dibuat terlihat seperti toko H&B, tetapi memberi kesan lebih profesional.

Jadi, Myeongdong bukan sekadar tempat dengan banyak apotek, tetapi tempat yang paling mudah membuat apotek diterjemahkan menjadi produk wisata. Ada tanda-tanda menyebar ke daerah wisata lain seperti Hongdae, Gangnam, Seongsu, dan Busan, tetapi ini tidak bisa terjadi di mana saja, dan terlihat lebih dulu berkembang di kawasan niaga yang menggabungkan arus pengunjung asing, pengembalian pajak langsung, pembayaran mudah, dan layanan multibahasa.

⚠️Kenapa tidak boleh disederhanakan sebagai tren nasional

Saat ini, booming K-apotek paling jelas terlihat bukan di 'seluruh Korea', tetapi di kawasan niaga inti wisata seperti Myeongdong.

Kalau struktur kawasan niaga tidak mendukung, meski sama-sama apotek, konsumsi seperti ini tidak mudah muncul.

Konsentrasi

Apotek kini masuk ke pusat konsumsi medis orang asing

Karena angkanya tidak memakai standar yang sama, lebih baik jangan langsung membandingkan besarannya, tetapi melihatnya sebagai indikator tambahan untuk membaca seberapa kuat konsentrasi ke apotek.

Proporsi apotek (jumlah kasus konsumsi medis)59.1Masing-masing %, ratus juta KRW, %
Jumlah pengeluaran 2025 (apotek)1,414Masing-masing %, ratus juta KRW, %
Tingkat kenaikan dibanding tahun sebelumnya (jumlah pengeluaran apotek)142.2Masing-masing %, ratus juta KRW, %
Wilayah

Bukan hanya fenomena Myeongdong, tapi juga tidak muncul di sembarang tempat

Kalau lihat daerah yang sedang ramai dengan apotek, ada kesamaan. Semuanya adalah tempat yang banyak dilalui turis asing.

WilayahKenapa muncul
MyeongdongKarena jalur wisata utama dan kanal belanja berkumpul di sini
Cara apotek berubah
Apotek besar terkumpul, layanan multibahasa, dan penataan produk khusus wisatawan
HongdaeKarena wisatawan asing muda dan konsumsi K-beauty kuat
GangnamKarena mudah terhubung dengan kebutuhan kunjungan ke dermatologi dan klinik
SeongsuKarena wisata tipe jelajah merek makin banyak
Tempat wisata BusanKarena ini titik utama dengan banyak wisatawan di luar Seoul
Prospek

Setelah era duty free? Kanal belanja wisata berubah seperti ini

Walau sama-sama konsumsi wisata, tempat orang membelanjakan uang sedang berubah.

KanalProduk utamaCara konsumsiArti saat ini
Duty freeBarang mewah, kosmetik mahal, produk untuk beli banyakCara beli banyak sekaligusDulu ini pusat belanja wisata, tapi pemulihannya lambat
Toko H&BK-beauty umum, produk kecantikan untuk hidup sehari-hariMencari tren dan membeli banyak jenis dalam jumlah kecilSekarang juga kuat, tapi persaingan sangat ketat
ApotekProduk fungsional, OTC, patch, suplemenKonsumsi praktis untuk menyelesaikan masalahMuncul sebagai simbol konsumsi wisata gaya hidup berbasis kepercayaan
Penutup

Jadi, apakah demam K-obat akan bertahan lama

Menurut saya, arus ini sepertinya tidak akan berakhir hanya sebagai tren singkat. Soalnya, booming apotek bukan muncul cuma karena satu meme SNS, tetapi karena kepercayaan pada K-beauty, perubahan kawasan wisata, perluasan konsumsi wellness, dan akses apotek di Korea yang tinggi bertemu sekaligus. Perubahan seperti ini biasanya tidak mudah padam seperti tren satu musim.

Tapi kalau mau bertahan lama, ada syaratnya. Makin obat dijual seperti produk wisata, makin besar juga masalah orang membeli tanpa benar-benar paham cara pakainya. Khususnya, obat umum bukan barang yang bisa dianggap ringan hanya karena 'bisa dibeli tanpa Resep obat (cheobangjeon)'. Panduan minum obat multibahasa, info per jenis produk, dan kualitas konsultasi apoteker harus ikut naik supaya kepercayaan bisa mengalahkan tren dan bertahan lama.

Akhirnya, arti sebenarnya dari demam K-obat adalah cara orang asing melihat Korea sudah berubah. Korea bukan lagi negara tempat orang hanya membeli barang cantik, tapi juga mulai dilihat sebagai negara yang praktis untuk merawat tubuh dan menyelesaikan masalah. Jadi, booming apotek di Myeongdong mungkin kelihatan seperti adegan kecil, tapi sebenarnya bisa jadi pemandangan yang menunjukkan lebih dulu adegan berikutnya dari wisata Korea.

Masalah yang akan makin penting ke depan

Makin produk wisata dikomersialkan, makin besar risiko konsultasi dangkal, komersialisasi berlebihan, dan salah pakai.

Kalau K-obat mau bertahan lama, yang lebih penting dari penjualan adalah panduan yang aman dan menjaga profesionalitas.

Kami akan memberi tahu cara hidup di Korea

Tolong beri banyak cinta untuk gltr life

community.comments 0

community.noComments

community.loginToComment