|
GLTR.life

Hidup di Korea, Dipahami

cut_01 image
cut_02 image
cut_03 image
cut_04 image

Apa arti 'rasa·gaya·istirahat'? Alasan promosi pariwisata Korea berubah

Ini artikel yang menjelaskan kenapa promosi pariwisata Korea berubah menjadi berpusat pada kreator asing, pengalaman daerah, dan budaya hidup sehari-hari melalui proyek 'K-culture kepuasan lima indera' dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata.

Updated Apr 15, 2026

Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata dan Korea Foundation for International Broadcasting Exchange mendorong proyek '2026 rasa·gaya·istirahat K-culture kepuasan lima indera' dari April sampai November. Sekitar Call Center Dasan (Seoul) orang kreator konten asing yang tinggal di Korea akan merasakan langsung budaya daerah dalam enam kali kegiatan, lalu memperkenalkannya ke dunia lewat SNS. Jadwal pertama dimulai di Jeonju, Jeonbuk pada 17 April, lalu setelah itu akan mengunjungi Pocheon, Gyeonggi, Boeun, Chungbuk, Andong·Yeongju, Gyeongbuk, Dangjin·Seosan, Chungnam, serta Goseong·Sokcho, Gangwon secara berurutan. Arirang TV berencana menayangkan 2 episode acara hiburan spesial yang membahas acara ini pada paruh kedua tahun, dan tim produksi MCOT, penyiar publik Thailand, juga ikut serta untuk membuat program terpisah.

원문 보기
Pendahuluan

Alasan pemerintah tiba-tiba membicarakan 'rasa·gaya·istirahat'

Kalau cuma dilihat sekilas, artikel ini memang tampak seperti pengenalan acara wisata daerah biasa. Tapi kalau diperhatikan sedikit, terlihat tanda bahwa Korea sedang mengubah cara menjelaskan K-culture itu sendiri.

Kalau dulu promosi hallyu lebih berpusat pada 'konten yang ditonton' seperti drama, K-pop, dan bintang, sekarang arusnya makin kuat untuk menjualnya sebagai satu paket sampai ke pengalaman makan, merasakan, beristirahat, dan tinggal. Tiga kata 'rasa·gaya·istirahat' bukan istilah akademis, tetapi lebih dekat dengan bahasa wisata yang mudah dipahami orang asing sekaligus.

Selain itu, penting juga bahwa tokoh utama proyek ini bukan orang Korea, melainkan sekitar Call Center Dasan (Seoul) kreator asing yang tinggal di Korea. Jadi, bukan pemerintah yang menjelaskan langsung, tetapi orang asing memperkenalkan Korea dengan bahasa dan perasaan mereka sendiri. Kalau melihat struktur proyek yang muncul di artikel saja, sudah terlihat jelas bahwa pusat promosi bergeser dari penjelasan satu arah ke berbagi pengalaman langsung.

ℹ️Kalau dijelaskan dalam satu kalimat

Ini strategi untuk menjual K-culture tidak berhenti di pertunjukan dan video saja, tetapi diperluas ke pengalaman makanan, rasa estetik, dan istirahat di daerah.

Dan mereka menilai bahwa yang lebih cocok menjadi pemberi penjelasan bukan pemerintah, melainkan kreator asing yang tinggal di Korea.

Kerangka

Apa bedanya promosi Hallyu dulu dan promosi K-Culture sekarang?

ItemPromosi Hallyu duluPromosi K-Culture terbaru
Bahan utamadrama·K-pop·bintangkuliner·rasa estetik·wellness·pengalaman daerah
Posisi penontonpenggemar yang menonton kontenwisatawan yang datang langsung untuk makan dan istirahat
Struktur konsumsimenonton·musik digital·konsumsi fandomtinggal·penginapan·makanan·konsumsi daerah
Bahasa brandingBerpusat pada bintang Hallyu dan karya hitGabungan budaya hidup seperti 'rasa·gaya·istirahat'
Tujuan kebijakanMemperluas pengenalan tentang KoreaTerhubung sampai kunjungan, tinggal, dan penyebaran ke daerah
Penafsiran

Kalau 'rasa, gaya, istirahat' dijelaskan, terlihat pengalaman yang ingin dijual Korea

SumbuArti mudahBentuk dalam pariwisataKaitan di artikel
RasaPengalaman makan makanan Korea langsungWisata kuliner lokal, pasar, makanan khas daerahDaerah seperti Jeonju jadi kartu yang sangat kuat
GayaCantik, punya suasana, terasa khas KoreaHanok, budaya tradisional, gaya, keindahan ruangMudah menunjukkan pemandangan dan budaya tradisional bersama-sama
IstirahatWaktu untuk berhenti sebentar dan memulihkan diriWellness, alam, kuil, laut, pengalaman penyembuhanDaerah seperti Boeun dan Goseong cocok untuk ditonjolkan di sisi ini
Saluran

Cari informasi wisata dari mana? Jawabannya sudah ada di dalam ponsel

Ini adalah informasi yang dikutip dari Survei Kondisi Wisatawan Mancanegara 2018. Kalau melihat dari mana orang mendapat informasi perjalanan, jadi terasa kenapa promosi model SNS makin besar.

Internet (smartphone)78.3%
Internet (laptop·tablet)36.1%
Teman·kerabat·rekan kerja29.7%
Buku panduan wisata27.2%
Perbandingan

Alasan cerita pengalaman influencer asing lebih efektif daripada iklan negara

ItemIklan wisata nasional tradisionalKonten pengalaman influencer asing
Kontrol pesanNegara bisa mengontrol dengan rapiLebih bebas, tapi kontrolnya lemah
Rasa percayaResmi, tapi bisa terasa agak jauhTerlihat seperti rekomendasi pihak ketiga, jadi terasa lebih nyata
Kecocokan platformKuat untuk iklan TV dan video promosiKuat untuk short-form, vlog, dan penyebaran SNS
Cara menjelaskanMenunjukkan citra yang sudah jadiMenerjemahkan poin yang asing ke bahasa sehari-hari
Peralihan ke wisata daerahMenguntungkan untuk promosi tempat terkenalCocok untuk meyakinkan nilai pengalaman di daerah yang kurang dikenal
Daerah

Kenapa bukan Seoul, tetapi Jeonju·Boeun·Dangjin·Goseong

Seoul dan Busan sudah cukup dikenal oleh orang asing. Jadi, secara kebijakan, ada arus yang kuat untuk membesarkan daerah yang kurang dikenal tetapi punya aset pengalaman yang jelas bersama-sama, daripada terus mempromosikan kota simbol yang sama. Dalam riset juga, 'penyebaran ke daerah' terus muncul sebagai kata kunci inti strategi pariwisata asing belakangan ini.

Yang penting di sini bukan nama daerahnya sendiri, tetapi pengalaman seperti apa yang bisa diberikan. Jeonju punya makanan dan hanok, Boeun punya hutan dan kuil, Dangjin punya pantai Laut Barat dan kuliner lokal, Goseong punya pemandangan pantai dan istirahat di alam. Masing-masing punya warna yang jelas. Jadi yang dijual bukan 'satu kota lagi', tetapi 'sehari yang tidak bisa dirasakan di Seoul'.

Ini juga terhubung dengan tugas besar kebijakan pariwisata Korea, yaitu penyebaran ke daerah. Kalau kunjungan orang asing hanya menumpuk di Seoul, masalah biaya penginapan, kepadatan, dan ketimpangan belanja akan makin besar. Pariwisata daerah berbasis pengalaman bisa menyebarkan pengunjung ke seluruh negeri. Jadi, yang penting bukan hanya pariwisatanya bertambah, tetapi menyebar ke mana dan dengan cara bagaimana.

💡Alasan penyebaran ke daerah itu penting

Walau jumlah turis bertambah, kalau hanya menumpuk di Seoul, uang tidak tersebar baik ke ekonomi daerah.

Karena itu, pemerintah lebih sering menonjolkan tujuan lokal dengan pengalaman yang jelas daripada kota yang sudah sangat dikenal.

Lokal

Setiap daerah menjual bukan 'satu kota lagi', tetapi 'pengalaman yang tidak ada di Seoul'

DaerahAset utamaDaya tarik yang terlihat bagi orang asingKata kunci yang cocok
JeonjuMakanan·hanok·budaya tradisionalBisa merasakan pemandangan khas Korea dan kuliner sekaligusRasa, gaya
BoeunHutan·kuil·istirahatRasa pemulihan yang tenang, berbeda dari wisata kotaIstirahat
Dangjin·SeosanPantai Laut Barat·pulau·kuliner lokalGabungan pemandangan laut dan makanan khas daerahRasa, istirahat
Andong·YeongjuBudaya tradisional·kawasan budaya KonfusianismePengalaman sejarah dan budaya spiritualGaya
Goseong·SokchoPemandangan pantai·alam·citra damaiMemberikan pemandangan kuat dan rasa istirahat sekaligusGaya, istirahat
Sejarah

Dari Arirang TV sampai influencer, saluran promosi budaya Korea jadi makin luas seperti ini

Bukan kebetulan kalau Arirang TV dan televisi publik Thailand ikut bersama dalam proyek ini. Korea sejak dulu menjelaskan negaranya lewat jaringan siaran, dan sekarang cara itu ditambah dengan digital.

1

Tahap 1: pertengahan 1990-an, membangun jaringan siaran luar negeri

Dorongan siaran satelit luar negeri pada 1996 dan peluncuran Arirang TV pada 1997 adalah peristiwa ketika Korea membuat saluran resmi untuk menjelaskan dirinya dalam bahasa asing.

2

Tahap 2: 1999~2000, memperluas siaran ke seluruh dunia

Saat siaran meluas melewati Asia·Pasifik ke Amerika, Eropa, dan Afrika, promosi budaya Korea berubah dari 'ada konten yang bagus' menjadi 'benar-benar bisa ditonton di luar negeri'.

3

Tahap 3: 2000~2010-an, menyesuaikan ke lokal lewat kerja sama televisi publik

Dengan produksi bersama stasiun TV luar negeri atau masuk ke jaringan penayangan lokal, pengalaman membungkus ulang cerita Korea sesuai sudut pandang penonton setempat semakin terkumpul.

4

Tahap 4: setelah 2015, meluas menjadi platform diplomasi publik

Perubahan seperti pembukaan kanal UN berarti Arirang TV telah menjadi platform penjelasan resmi Korea, bukan sekadar kanal budaya.

5

Tahap 5: 2020-an, menggabungkan kepercayaan siaran dan penyebaran digital

Sekarang, di atas kepercayaan Arirang TV atau televisi publik luar negeri, model hibrida terus berkembang dengan menumpuk kekuatan viral influencer dan SNS bersama-sama.

Perubahan

Bagaimana kreator asing bisa jadi tokoh utama promosi Korea?

Kreator asing yang tinggal di Korea tidak muncul tiba-tiba. Ini hasil dari gelombang Hallyu dan perubahan platform yang menumpuk lama.

1

Tahap 1: Hallyu membangun dasar minat

Sejak akhir tahun 1990-an, saat drama dan musik Korea menyebar, orang-orang di luar negeri mulai penasaran dengan negara Korea itu sendiri.

2

Tahap 2: Kreator asing perorangan mulai mengunggah cerita kehidupan

Pada akhir tahun 2000-an sampai awal 2010-an, blogger dan YouTuber asing secara sukarela memperkenalkan makanan Korea, perbedaan budaya, dan cerita adaptasi kehidupan sehari-hari di Korea.

3

Tahap 3: Pertengahan tahun 2010-an, 'Korea dilihat dari mata orang asing' menjadi sebuah genre

Karena mereka bisa menjelaskan hal-hal asing dengan baik dari sudut pandang penonton asing yang sama, konten ini mulai punya kekuatan sebagai konten terjemahan budaya, bukan cuma ulasan biasa.

4

Tahap 4: Setelah 2017, pemerintah mulai melihat mereka sebagai mitra resmi

Saat lembaga publik mulai memasukkan YouTuber asing ke dalam program undangan, mereka tidak lagi jadi tamu sekali datang, tetapi menjadi mitra kerja sama.

5

Tahap 5: Tahun 2020-an, pemerintah pusat dan pemerintah daerah mulai melembagakan hal ini

Sekarang, kreator asing makin menetap sebagai infrastruktur tetap yang membahas pariwisata, kuliner, bahasa, dan promosi daerah bersama-sama.

Peran

Kreator asing bukan sekadar tamu, tetapi 'penerjemah budaya'

PeranApa yang mereka lakukanKenapa penting
Penerjemah budayaMenjelaskan budaya Korea yang asing dengan sudut pandang yang mudah bagi orang asingPenonton luar negeri jadi lebih mudah memahami
Saksi pengalamanMenyampaikan ulasan setelah benar-benar tinggal dan mencoba sendiriRasanya lebih tulus dibanding promosi pemerintah
Pemandu wisataMenunjukkan ke mana harus pergi dan bagaimana cara menikmatinyaMembantu orang membayangkan kunjungan dan makin dekat ke rencana perjalanan nyata
Promotor daerahMemperkenalkan pesona daerah di luar Seoul lewat konten kehidupan sehari-hariMembuat kota-kota daerah yang asing terasa lebih dekat
Penghubung awal HallyuMenghubungkan penggemar drama dan K-pop ke makanan, perjalanan, dan bahasaMenjadi jembatan yang mengubah minat menjadi konsumsi saat tinggal
Ringkasan

Jadi, program ini tidak bilang 'datanglah untuk melihat Korea'

Proyek terbaru dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata ini melangkah satu tahap lebih jauh dari sekadar memperkenalkan Korea sebagai negara kuat konten, dan menunjukkan arus untuk menjelaskannya sebagai tujuan yang bisa merasakan kehidupan langsung. Jika melihat artikel dan bahan kebijakan terkait bersama-sama, terlihat niat untuk menghubungkan K-culture bukan berhenti di menonton pertunjukan dan video, tetapi ke pengalaman perjalanan, kuliner, dan istirahat.

Karena itu, 'rasa, gaya, istirahat' jadi penting. Dari sudut pandang orang asing, menyukai K-pop atau drama dan benar-benar datang ke Korea lalu tinggal beberapa hari sambil membelanjakan uang itu adalah tahap yang benar-benar berbeda. Untuk mengurangi jarak itu, pemerintah menggabungkan makanan, ruang, alam, dan istirahat menjadi satu narasi perjalanan.

Dan sebagai pencerita dari narasi itu, kreator asing yang tinggal di Korea menjadi semakin penting. Karena mereka lebih dulu memahami rasa penasaran orang asing yang sama, lalu mengubah budaya yang asing menjadi kata-kata yang mudah. Akhirnya, artikel ini memang berita tentang acara pariwisata daerah, tetapi kalau dilihat lebih besar, ini bisa dianggap sebagai artikel yang menunjukkan momen saat promosi Korea berpindah dari 'penjelasan' ke 'berbagi pengalaman langsung'.

ℹ️Kalau hanya ambil inti

'Rasa, gaya, istirahat' adalah ungkapan yang menerjemahkan Korea sebagai tujuan budaya hidup untuk makan, melihat, dan beristirahat.

Kreator asing dan pengalaman daerah adalah alat yang paling meyakinkan untuk menunjukkan strategi itu.

Kami akan memberi tahu cara hidup di Korea

Mohon banyak cintai gltr life

guide.e7RefundCap.refTitle

community.comments 0

community.noComments

community.loginToComment

Apa arti 'rasa·gaya·istirahat'? Alasan promosi... | GLTR.life