|
GLTR.life

Hidup di Korea, Dipahami

cut_01 image
cut_02 image
cut_03 image
cut_04 image

Konser BTS mengubah pariwisata? Struktur yang perlu dilihat lebih dulu daripada angka

Ini penjelasan yang membantu memahami pelan-pelan kenapa masa tinggal dan pengeluaran penonton konser BTS naik besar, apa arti angka dari pemerintah, dan ke mana arah strategi pariwisata Korea.

Updated Apr 30, 2026

Pemerintah dan lembaga pariwisata baru-baru ini menganalisis dua konser BTS di dalam negeri. Mereka melihat bersama hasil survei lapangan, data komunikasi, dan data kartu. Hasilnya, penonton asing diketahui tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak dibanding wisatawan asing biasa. Pengunjung asing yang datang ke konser Gwanghwamun di Seoul pada 21 Maret tinggal rata-rata 8.7 hari. Pengeluaran rata-rata sekitar 3.53M KRW. Ini berarti masa tinggal 2.6 hari lebih lama dan pengeluaran 1.08M KRW lebih banyak dibanding rata-rata wisatawan asing biasa pada kuartal 1 tahun ini. Efek di sekitar lokasi konser juga besar. Di dekat lokasi konser Goyang, jumlah pengunjung asing meningkat 35 kali lipat dari biasanya. Konsumsi kartu naik 38 kali lipat. Pemerintah menjelaskan bahwa contoh seperti ini menunjukkan konser K-pop bisa memperbesar pariwisata dan konsumsi daerah bersama-sama.

원문 보기
Inti

35 kali lipat kunjungan, 38 kali lipat konsumsi… yang benar-benar penting di berita ini adalah struktur, bukan angka

Kalau hanya lihat artikelnya, yang paling dulu menarik perhatian memang angka sangat besar seperti 35kali lipat, 38kali lipat, ya. Tapi kalau ingin benar-benar memahami berita ini, yang perlu dilihat lebih dulu bukan ‘sehebat apa BTS’, melainkan bagaimana satu konser bisa membuat seluruh perjalanan jadi lebih panjang dan menyebarkan konsumsi lebih luas.

Menurut analisis pemerintah, penonton asing yang datang untuk menonton konser BTS tinggal rata-rata 8.7일 dan membelanjakan 3.53M KRW. Angka ini jauh lebih tinggi daripada rata-rata wisatawan asing yang datang ke Korea, yaitu 6.1일 dan 2.45M KRW. Artinya, konser ini tidak selesai hanya dengan satu tiket, tetapi berfungsi sebagai wisata tipe tinggal yang ikut menghubungkan penginapan, transportasi, makanan-minuman, sampai wisata sekitar.

Kalau paham struktur ini, berita berikutnya juga akan jauh lebih mudah dibaca. Nanti kalau ada berita serupa seperti ‘konser penyanyi tertentu membuat kota jadi ramai’, kamu bisa membedakan apakah itu cuma topik fandom biasa, atau benar-benar peristiwa yang menggerakkan ekonomi daerah dan strategi pariwisata.

ℹ️Inti yang perlu dipahami lebih dulu di tulisan ini

Intinya, yang lebih penting daripada penjualan tiket adalah kenaikan lama masa tinggal.

Kalau masa tinggal lebih panjang, konsumsi untuk penginapan, transportasi, dan makanan-minuman ikut membesar berantai.

Jadi, berita ini perlu dibaca bukan hanya sebagai berita hiburan, tetapi juga sebagai berita industri pariwisata.

Perbandingan

Apa bedanya penonton konser BTS dengan wisatawan biasa?

ItemPengunjung asing penonton konser BTSWisatawan asing biasa
Rata-rata lama tinggal8.7일6.1일
Pengeluaran per orang3.53M KRW2.45M KRW
Perbedaan2.6 hari lebih lama1.08M KRW lebih besar
Pengeluaran

Tempat yang benar-benar paling banyak dihabiskan uang oleh para penggemar adalah akomodasi dan transportasi

Kalau lihat angka ini, kita bisa paham pusat kenaikan konsumsi ada di mana. Yang penting, biaya untuk menginap dan berpindah tempat naik lebih dulu daripada belanja.

Akomodasi13510K KRW
Transportasi11410K KRW
Belanja5810K KRW
Makanan dan minuman4710K KRW
Pola

Wisata umum dan wisata penggemar BTS sudah berbeda sejak perencanaan perjalanan

Item perbandinganWisatawan asing umumWisata penggemar BTS
Titik awal perjalananBerbagai alasan bercampur, seperti belanja, makanan, dan jalan-jalan kotaMenonton konser jadi alasan utama perjalanan
Struktur masa tinggalSetelah tiba, berkeliling ke tempat wisata utamaMuncul pola tinggal beberapa hari lebih lama menyesuaikan jadwal sebelum dan sesudah konser
Pos pengeluaran besarPorsi belanja relatif besarAkomodasi dan transportasi naik lebih dulu, lalu makanan-minuman dan belanja ikut bertambah
Cara konsumsi menyebarMenyebar luas di kawasan komersial terkenal di pusat kotaLebih fokus dengan kuat pada area sekitar tempat pertunjukan dan lokasi terkait penggemar
Perluasan wisataBelanja dalam jadwal yang sudah direncanakanMudah ditambah jadwal tambahan seperti mengunjungi toko pop-up, pameran, dan lokasi syuting
Pengukuran

Pemerintah menghitung dampak ekonomi pertunjukan dengan membaginya seperti ini

Angka seperti ‘35 kali lipat pengunjung’ bukan dibuat asal. Tapi, satu data saja juga tidak bisa menjelaskan semuanya, jadi kita perlu membaca beberapa bagian data bersama-sama.

1

Tahap 1: Tentukan dulu tempat pertunjukan dan periodenya

Tentukan batasnya: pertunjukan mana, wilayah mana, dan selama periode apa yang akan dilihat. Kalau patokan awal ini berubah, arti angka setelahnya juga berubah.

2

Tahap 2: Lihat siapa yang datang dan berapa banyak lewat data telekomunikasi

Data telekomunikasi kuat untuk memahami skala kunjungan, lama tinggal, dan waktu kunjungan berdasarkan informasi lokasi ponsel. Singkatnya, ini mirip ‘peta arus orang’.

3

Tahap 3: Lihat di mana dan berapa uang yang dibelanjakan lewat data kartu

Data kartu menunjukkan jenis sektor belanja dan perubahan nilai pembayaran. Jadi kita bisa melihat apakah penginapan, makanan dan minuman, atau ritel yang naik besar.

4

Tahap 4: Cek ciri penonton yang benar-benar datang lewat tiket dan survei di lokasi

Hanya dengan data lokasi, sulit tahu dengan pasti apakah orang datang untuk menonton pertunjukan atau hanya kebetulan ada di sekitar situ. Karena itu, informasi tiket dan survei berperan untuk memastikan tujuan menonton.

5

Tahap 5: Hitung seberapa besar kenaikannya dibanding biasanya

Di sini muncul tingkat kenaikan seperti ‘35 kali lipat’ dan ‘38 kali lipat’. Biasanya caranya adalah melihat seberapa tinggi lonjakannya dibanding kondisi biasa di tempat yang sama atau periode yang mirip.

6

Tahap 6: Terakhir, tafsirkan rentang angka dengan hati-hati

Yang langsung ditunjukkan data ini terutama adalah kenaikan kunjungan dan kenaikan pembayaran. Kalau mau bicara sampai dampak ekonomi seluruh wilayah, perlu model ekonomi tambahan yang terpisah.

Batasan

Hal-hal yang perlu dicek bersama saat melihat angka seperti ‘35 kali lipat’

Poin cekKenapa pentingCara membacanya di berita ini
Patokan perbandinganKalau tempat itu biasanya punya permintaan yang sangat rendah, angka kali lipat bisa melonjak besar35 kali lipat lebih tepat dibaca sebagai arti ‘lonjakan besar dibanding kondisi biasa’, bukan ukuran mutlak
Cakupan wilayahAngkanya bisa berbeda tergantung apakah yang dilihat hanya area tepat di sebelah tempat pertunjukan atau seluruh kotaKasus Goyang perlu dipahami sebagai angka dengan efek yang sangat kuat terutama di sekitar lokasi pertunjukan
Cakupan dataJika ini data dari perusahaan kartu tertentu, penggunaan tunai dan kartu lain bisa tidak masukAngka konsumsi kartu bisa jadi hanya sampel sebagian dari total konsumsi nyata
Efek langsung vs efek penyebaranKenaikan pembayaran di lokasi dan efek ekonomi seluruh kota adalah konsep yang berbedaUntuk angka kali ini, lebih aman melihatnya terutama sebagai pengeluaran langsung dan perubahan konsumsi di lokasi
Konfirmasi tujuan menontonOrang yang lewat di sekitar belum tentu semuanya penonton pertunjukanJadi, yang dilihat bukan hanya data komunikasi, tapi juga survei dan informasi tiket bersama-sama
Sejarah

Kenapa pertunjukan K-pop sekarang menjadi strategi pariwisata nasional

Sekarang orang bilang pertunjukan mendorong pariwisata, tapi dari awal tidak begitu. Kalau melihat alurnya berdasarkan waktu, kita bisa tahu di mana kebijakan pariwisata Korea berubah.

1

Tahap 1: Lokasi syuting drama dan belanja adalah titik awal pariwisata Hallyu

Pada akhir 1990-an sampai awal 2000-an, pariwisata Hallyu lebih dekat dengan lokasi drama, aktor, belanja, dan pengalaman makanan. Jadi, pusatnya adalah kunjungan ke lokasi latar konten daripada pertunjukan.

2

Tahap 2: Saat K-pop makin besar, pertunjukan menjadi calon produk wisata

Sejak akhir 2000-an, musik lebih mudah dikonsumsi berulang dibanding drama, dan kekuatan fandom juga besar. Karena itu, pemerintah juga mulai melihat pertunjukan sebagai sumber daya wisata yang lebih berkelanjutan.

3

Tahap 3: Pada awal 2010-an, pariwisata pertunjukan mulai muncul serius dalam dokumen kebijakan

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata serta lembaga penelitian mulai menghubungkan K-pop, pertunjukan, dan aktivitas fandom dengan alasan nyata orang datang ke Korea saat menyusun strategi jangka panjang pariwisata Hallyu sekitar 2010~2012.

4

Tahap 4: Mulai dipakai juga sebagai cara menghadapi krisis

Setelah MERS pada 2015, pertunjukan dan festival K-pop juga digunakan dalam strategi pemulihan pariwisata. Sampai titik ini, pertunjukan sudah diakui bukan hanya acara budaya biasa, tapi juga alat pemulihan pariwisata.

5

Tahap 5: Setelah BTS, pertunjukan itu sendiri menjadi alasan datang ke Korea

Perubahan paling penting ada di sini. Sekarang bukan lagi ‘kalau ke Korea mau lihat apa’, tetapi sudah muncul pola pergi ke Korea untuk menonton pertunjukan itu.

6

Tahap 6: Pada 2020-an, strategi ini berkembang dengan menggabungkan pertunjukan dengan konsumsi berbasis masa tinggal

Kebijakan terbaru tidak melihat K-pop secara terpisah, tetapi menghubungkannya dengan makanan, kecantikan, pengalaman daerah, dan belanja, lalu berkembang menjadi rancangan wisata yang membuat orang tinggal lebih lama.

Evolusi

Pariwisata Hallyu berubah dari wisata drama menjadi industri perpindahan fandom

KategoriPariwisata Hallyu generasi 1Perluasan K-pop generasi 2Wisata fandom saat ini
Motivasi utamaLokasi syuting drama, aktor, belanjaMenonton konser·festivalPertunjukan + pop-up + kunjungan tempat ikonik + pengalaman daerah
Cara berpindahBanyak masuk secara tidak langsungPerpindahan dengan tujuan khusus yang disesuaikan dengan jadwal pertunjukan tertentu meningkatPenggemar dari seluruh dunia bergerak dalam skala besar sebagai perpindahan tipe acara
Struktur konsumsiBerpusat pada belanjaPorsi tiket pertunjukan dan penginapan meningkatPenginapan·transportasi·makanan dan minuman·barang resmi·wisata digabung bersama
Sudut pandang kebijakanSumber daya wisata untuk promosiTarget pengembangan produk pertunjukanSumber daya inti dari strategi pariwisata negara
Struktur kunjungan ulangBerpusat pada wisata individuKunjungan berulang yang disesuaikan dengan acara penggemarKemungkinan kunjungan ulang dengan frekuensi tinggi yang menggabungkan aktivitas fandom dan pengalaman daerah
Penerima manfaat

Manfaat khusus dari pertunjukan tidak datang sama untuk semua orang

PihakAlasan menguntungkanBatasan atau hal yang perlu diperhatikan
Hotel besarBisa menerima banyak reservasi dari orang asing dan juga mudah menyesuaikan hargaSaat permintaan membludak, mudah muncul kontroversi lonjakan harga
Waralaba makanan-minuman dan ritelJam operasional panjang, sistem pembayaran, dan pengenalan merek yang kuatWalau manfaatnya besar, ini bisa menggerus porsi kawasan dagang khas daerah
Fasilitas komersial di dalam gedung pertunjukanKarena ada di jalur pergerakan penonton, konsumsi langsung mudah terserapPengeluaran bisa jadi kurang menyebar ke kawasan dagang di luar gedung pertunjukan
Usaha mandiri lingkungan sekitarJika jalur pejalan kaki terhubung dengan baik dan ada ruang untuk singgah, bisa mendapat manfaatKalau jauh dari gedung pertunjukan atau paparan informasinya lemah, efek yang terasa bisa kecil
Seluruh kotaKalau diadakan berulang dan mereknya terus terkumpul, efek kunjungan ulang bisa diharapkanKalau cuma selesai sebagai lonjakan sesaat satu hari, efek merek jangka panjang bisa lemah
Perluasan

Apakah ini pengecualian khusus BTS, atau rumus untuk seluruh industri K-pop

Item perbandinganBTSArtis K-pop global lainnya
Daya tarik wisataSering disebut sebagai contoh fandom super besar di mana alasan datang ke Korea adalah pertunjukan itu sendiriUntuk SEVENTEEN dan lainnya juga, porsi penonton asing tinggi sehingga mekanisme daya tarik wisata sudah terkonfirmasi
Skala perpindahan penggemarFandom seluruh dunia bergerak bersamaan dalam skala besarSkalanya lebih kecil, tetapi struktur kunjungan yang berorientasi tujuan muncul dengan cara yang mirip
Acara terkait kotaSelain pertunjukan, mudah meluas sampai pop-up, pameran, dan konsumsi di tempat simbolisKalau program terkait dirancang dengan baik, struktur serupa bisa dibuat
Kemungkinan untuk direplikasiSulit menyalin angka pada tingkat yang sama persisJika didukung infrastruktur tempat pertunjukan, penginapan, dan transportasi, ini bisa berkembang menjadi rumus industri
Arti kebijakanModel perintis yang membuktikan kemungkinan lewat kasus yang sangat besarKe depannya, ini adalah bidang yang dituju kebijakan wisata K-pop untuk standarisasi setelah BTS
Ringkasan

Jadi, bagaimana sebaiknya membaca berita ini?

Kalau berita ini dibaca hanya sebagai ‘karena ini BTS, angkanya jadi sangat besar’, berarti baru paham setengahnya. Yang lebih penting adalah sekarang Korea ingin menjadikan pertunjukan itu sendiri sebagai alasan masuk ke negara, lalu menyiapkan model wisata yang terhubung ke penginapan, transportasi, makanan-minuman, dan konsumsi daerah sesudahnya.

Artinya, saat nanti melihat artikel serupa, kamu cukup cek tiga hal dulu. Pertama, berapa lama orang tinggal lebih lama. Kedua, uangnya mengalir ke bidang usaha mana. Ketiga, apakah efeknya berhenti di dalam tempat pertunjukan, atau meluas ke pengalaman seluruh kota. Kalau lihat tiga hal ini, kamu bisa membedakan artikel yang cuma ramai dibahas dan perubahan struktur industri.

Kalau sudah paham sampai sini, kamu akan merasa kenapa berita ini punya arti lebih besar daripada artikel hiburan biasa. Konser BTS memang satu contoh, tapi di balik itu ada arus bahwa pariwisata Korea ingin mengubah Hallyu dari konsumsi kunjungan singkat menjadi industri pengalaman berbasis masa tinggal. Lain kali, lihat strukturnya dulu sebelum angkanya.

💡3 hal yang perlu dicek saat membaca berita serupa berikutnya

Apakah lama tinggal bertambah?

Apakah konsumsi meluas ke penginapan, transportasi, makanan-minuman?

Apakah efeknya berlanjut ke pengalaman kota di luar tempat pertunjukan?

Kami akan memberi tahu cara hidup di Korea

Tolong banyak cintai gltr life

community.comments 0

community.noComments

community.loginToComment