|
GLTR.life

Hidup di Korea, Dipahami

cut_01 image
cut_02 image
cut_03 image
cut_04 image

Konser BTS mengubah pariwisata? Struktur yang perlu dilihat lebih dulu daripada angka

Ini penjelasan yang membantu memahami pelan-pelan kenapa masa tinggal dan pengeluaran penonton konser BTS naik besar, apa arti angka dari pemerintah, dan ke mana arah strategi pariwisata Korea.

Updated May 6, 2026

Pemerintah dan lembaga pariwisata baru-baru ini menganalisis dua konser BTS di dalam negeri. Mereka melihat bersama hasil survei lapangan, data komunikasi, dan data kartu. Hasilnya, penonton asing diketahui tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak dibanding wisatawan asing biasa. Pengunjung asing yang datang ke konser Gwanghwamun di Seoul pada 21 Maret tinggal rata-rata 8.7 hari. Pengeluaran rata-rata sekitar 3.53M KRW. Ini berarti masa tinggal 2.6 hari lebih lama dan pengeluaran 1.08M KRW lebih banyak dibanding rata-rata wisatawan asing biasa pada kuartal 1 tahun ini. Efek di sekitar lokasi konser juga besar. Di dekat lokasi konser Goyang, jumlah pengunjung asing meningkat 35 kali lipat dari biasanya. Konsumsi kartu naik 38 kali lipat. Pemerintah menjelaskan bahwa contoh seperti ini menunjukkan konser K-pop bisa memperbesar pariwisata dan konsumsi daerah bersama-sama.

원문 보기
Inti

35 kali lipat kunjungan, 38 kali lipat konsumsi… yang benar-benar penting di berita ini adalah struktur, bukan angka

Kalau hanya lihat artikelnya, yang paling dulu menarik perhatian memang angka sangat besar seperti 35kali lipat, 38kali lipat, ya. Tapi kalau ingin benar-benar memahami berita ini, yang perlu dilihat lebih dulu bukan ‘sehebat apa BTS’, melainkan bagaimana satu konser bisa membuat seluruh perjalanan jadi lebih panjang dan menyebarkan konsumsi lebih luas.

Menurut analisis pemerintah, penonton asing yang datang untuk menonton konser BTS tinggal rata-rata 8.7일 dan membelanjakan 3.53M KRW. Angka ini jauh lebih tinggi daripada rata-rata wisatawan asing yang datang ke Korea, yaitu 6.1일 dan 2.45M KRW. Artinya, konser ini tidak selesai hanya dengan satu tiket, tetapi berfungsi sebagai wisata tipe tinggal yang ikut menghubungkan penginapan, transportasi, makanan-minuman, sampai wisata sekitar.

Kalau paham struktur ini, berita berikutnya juga akan jauh lebih mudah dibaca. Nanti kalau ada berita serupa seperti ‘konser penyanyi tertentu membuat kota jadi ramai’, kamu bisa membedakan apakah itu cuma topik fandom biasa, atau benar-benar peristiwa yang menggerakkan ekonomi daerah dan strategi pariwisata.

ℹ️Inti yang perlu dipahami lebih dulu di tulisan ini

Intinya, yang lebih penting daripada penjualan tiket adalah kenaikan lama masa tinggal.

Kalau masa tinggal lebih panjang, konsumsi untuk penginapan, transportasi, dan makanan-minuman ikut membesar berantai.

Jadi, berita ini perlu dibaca bukan hanya sebagai berita hiburan, tetapi juga sebagai berita industri pariwisata.

Perbandingan

Apa bedanya penonton konser BTS dengan wisatawan biasa?

Kalau dibandingkan dengan standar yang sama, langsung terlihat kenapa isu ini dibaca sebagai berita pariwisata.

ItemPengunjung asing penonton konser BTS
Rata-rata lama tinggal8.7일
Wisatawan asing biasa
6.1일
Pengeluaran per orang3.53M KRW
Perbedaan2.6 hari lebih lama
Pengeluaran

Tempat yang benar-benar paling banyak dihabiskan uang oleh para penggemar adalah akomodasi dan transportasi

Kalau lihat angka ini, kita bisa paham pusat kenaikan konsumsi ada di mana. Yang penting, biaya untuk menginap dan berpindah tempat naik lebih dulu daripada belanja.

Akomodasi13510K KRW
Transportasi11410K KRW
Belanja5810K KRW
Makanan dan minuman4710K KRW
Pola

Wisata umum dan wisata penggemar BTS sudah berbeda sejak perencanaan perjalanan

Keduanya sama-sama ‘perjalanan ke Korea’, tapi cara uang dibelanjakan cukup berbeda. Kalau tahu perbedaan ini, kita bisa paham kenapa konser bisa jadi sumber daya pariwisata.

Item perbandinganWisatawan asing umum
Titik awal perjalananBerbagai alasan bercampur, seperti belanja, makanan, dan jalan-jalan kota
Wisata penggemar BTS
Menonton konser jadi alasan utama perjalanan
Struktur masa tinggalSetelah tiba, berkeliling ke tempat wisata utama
Pos pengeluaran besarPorsi belanja relatif besar
Cara konsumsi menyebarMenyebar luas di kawasan komersial terkenal di pusat kota
Perluasan wisataBelanja dalam jadwal yang sudah direncanakan
Pengukuran

Pemerintah menghitung dampak ekonomi pertunjukan dengan membaginya seperti ini

Angka seperti ‘35 kali lipat pengunjung’ bukan dibuat asal. Tapi, satu data saja juga tidak bisa menjelaskan semuanya, jadi kita perlu membaca beberapa bagian data bersama-sama.

1

Tahap 1: Tentukan dulu tempat pertunjukan dan periodenya

Tentukan batasnya: pertunjukan mana, wilayah mana, dan selama periode apa yang akan dilihat. Kalau patokan awal ini berubah, arti angka setelahnya juga berubah.

2

Tahap 2: Lihat siapa yang datang dan berapa banyak lewat data telekomunikasi

Data telekomunikasi kuat untuk memahami skala kunjungan, lama tinggal, dan waktu kunjungan berdasarkan informasi lokasi ponsel. Singkatnya, ini mirip ‘peta arus orang’.

3

Tahap 3: Lihat di mana dan berapa uang yang dibelanjakan lewat data kartu

Data kartu menunjukkan jenis sektor belanja dan perubahan nilai pembayaran. Jadi kita bisa melihat apakah penginapan, makanan dan minuman, atau ritel yang naik besar.

4

Tahap 4: Cek ciri penonton yang benar-benar datang lewat tiket dan survei di lokasi

Hanya dengan data lokasi, sulit tahu dengan pasti apakah orang datang untuk menonton pertunjukan atau hanya kebetulan ada di sekitar situ. Karena itu, informasi tiket dan survei berperan untuk memastikan tujuan menonton.

5

Tahap 5: Hitung seberapa besar kenaikannya dibanding biasanya

Di sini muncul tingkat kenaikan seperti ‘35 kali lipat’ dan ‘38 kali lipat’. Biasanya caranya adalah melihat seberapa tinggi lonjakannya dibanding kondisi biasa di tempat yang sama atau periode yang mirip.

6

Tahap 6: Terakhir, tafsirkan rentang angka dengan hati-hati

Yang langsung ditunjukkan data ini terutama adalah kenaikan kunjungan dan kenaikan pembayaran. Kalau mau bicara sampai dampak ekonomi seluruh wilayah, perlu model ekonomi tambahan yang terpisah.

Batasan

Hal-hal yang perlu dicek bersama saat melihat angka seperti ‘35 kali lipat’

Kalau angkanya besar, kita tidak bisa langsung bilang itu berlebihan, tapi juga tidak boleh langsung menerimanya begitu saja. Kalau lihat poin-poin di bawah ini bersama, menafsirkan berita jadi jauh lebih jelas.

Poin cekKenapa penting
Patokan perbandinganKalau tempat itu biasanya punya permintaan yang sangat rendah, angka kali lipat bisa melonjak besar
Cara membacanya di berita ini
35 kali lipat lebih tepat dibaca sebagai arti ‘lonjakan besar dibanding kondisi biasa’, bukan ukuran mutlak
Cakupan wilayahAngkanya bisa berbeda tergantung apakah yang dilihat hanya area tepat di sebelah tempat pertunjukan atau seluruh kota
Cakupan dataJika ini data dari perusahaan kartu tertentu, penggunaan tunai dan kartu lain bisa tidak masuk
Efek langsung vs efek penyebaranKenaikan pembayaran di lokasi dan efek ekonomi seluruh kota adalah konsep yang berbeda
Konfirmasi tujuan menontonOrang yang lewat di sekitar belum tentu semuanya penonton pertunjukan
Sejarah

Kenapa pertunjukan K-pop sekarang menjadi strategi pariwisata nasional

Sekarang orang bilang pertunjukan mendorong pariwisata, tapi dari awal tidak begitu. Kalau melihat alurnya berdasarkan waktu, kita bisa tahu di mana kebijakan pariwisata Korea berubah.

1

Tahap 1: Lokasi syuting drama dan belanja adalah titik awal pariwisata Hallyu

Pada akhir 1990-an sampai awal 2000-an, pariwisata Hallyu lebih dekat dengan lokasi drama, aktor, belanja, dan pengalaman makanan. Jadi, pusatnya adalah kunjungan ke lokasi latar konten daripada pertunjukan.

2

Tahap 2: Saat K-pop makin besar, pertunjukan menjadi calon produk wisata

Sejak akhir 2000-an, musik lebih mudah dikonsumsi berulang dibanding drama, dan kekuatan fandom juga besar. Karena itu, pemerintah juga mulai melihat pertunjukan sebagai sumber daya wisata yang lebih berkelanjutan.

3

Tahap 3: Pada awal 2010-an, pariwisata pertunjukan mulai muncul serius dalam dokumen kebijakan

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata serta lembaga penelitian mulai menghubungkan K-pop, pertunjukan, dan aktivitas fandom dengan alasan nyata orang datang ke Korea saat menyusun strategi jangka panjang pariwisata Hallyu sekitar 2010~2012.

4

Tahap 4: Mulai dipakai juga sebagai cara menghadapi krisis

Setelah MERS pada 2015, pertunjukan dan festival K-pop juga digunakan dalam strategi pemulihan pariwisata. Sampai titik ini, pertunjukan sudah diakui bukan hanya acara budaya biasa, tapi juga alat pemulihan pariwisata.

5

Tahap 5: Setelah BTS, pertunjukan itu sendiri menjadi alasan datang ke Korea

Perubahan paling penting ada di sini. Sekarang bukan lagi ‘kalau ke Korea mau lihat apa’, tetapi sudah muncul pola pergi ke Korea untuk menonton pertunjukan itu.

6

Tahap 6: Pada 2020-an, strategi ini berkembang dengan menggabungkan pertunjukan dengan konsumsi berbasis masa tinggal

Kebijakan terbaru tidak melihat K-pop secara terpisah, tetapi menghubungkannya dengan makanan, kecantikan, pengalaman daerah, dan belanja, lalu berkembang menjadi rancangan wisata yang membuat orang tinggal lebih lama.

Evolusi

Pariwisata Hallyu berubah dari wisata drama menjadi industri perpindahan fandom

Bahkan dalam istilah ‘pariwisata Hallyu’ yang sama, pusat utamanya terus berubah. Kalau melihat perubahan ini, kita bisa paham kenapa pertunjukan sekarang diperlakukan seperti industri strategis.

KategoriPariwisata Hallyu generasi 1Perluasan K-pop generasi 2Wisata fandom saat ini
Motivasi utamaLokasi syuting drama, aktor, belanjaMenonton konser·festivalPertunjukan + pop-up + kunjungan tempat ikonik + pengalaman daerah
Cara berpindahBanyak masuk secara tidak langsungPerpindahan dengan tujuan khusus yang disesuaikan dengan jadwal pertunjukan tertentu meningkatPenggemar dari seluruh dunia bergerak dalam skala besar sebagai perpindahan tipe acara
Struktur konsumsiBerpusat pada belanjaPorsi tiket pertunjukan dan penginapan meningkatPenginapan·transportasi·makanan dan minuman·barang resmi·wisata digabung bersama
Sudut pandang kebijakanSumber daya wisata untuk promosiTarget pengembangan produk pertunjukanSumber daya inti dari strategi pariwisata negara
Struktur kunjungan ulangBerpusat pada wisata individuKunjungan berulang yang disesuaikan dengan acara penggemarKemungkinan kunjungan ulang dengan frekuensi tinggi yang menggabungkan aktivitas fandom dan pengalaman daerah
Penerima manfaat

Manfaat khusus dari pertunjukan tidak datang sama untuk semua orang

Kalimat seperti ‘usaha di sekitar tempat pertunjukan panen besar’ bisa saja benar, tapi kita tetap perlu lihat terpisah siapa yang mendapat bagian dan seberapa banyak. Soalnya aliran uang tidak tersebar merata seperti yang dibayangkan.

PihakAlasan menguntungkan
Hotel besarBisa menerima banyak reservasi dari orang asing dan juga mudah menyesuaikan harga
Batasan atau hal yang perlu diperhatikan
Saat permintaan membludak, mudah muncul kontroversi lonjakan harga
Waralaba makanan-minuman dan ritelJam operasional panjang, sistem pembayaran, dan pengenalan merek yang kuat
Fasilitas komersial di dalam gedung pertunjukanKarena ada di jalur pergerakan penonton, konsumsi langsung mudah terserap
Usaha mandiri lingkungan sekitarJika jalur pejalan kaki terhubung dengan baik dan ada ruang untuk singgah, bisa mendapat manfaat
Seluruh kotaKalau diadakan berulang dan mereknya terus terkumpul, efek kunjungan ulang bisa diharapkan
Perluasan

Apakah ini pengecualian khusus BTS, atau rumus untuk seluruh industri K-pop

Kalau langsung ke kesimpulan, skala absolut BTS memang pengecualian, tetapi cara pertunjukan menarik wisatawan sendiri tampaknya bisa diperluas ke grup K-pop global lain juga.

Item perbandinganBTS
Daya tarik wisataSering disebut sebagai contoh fandom super besar di mana alasan datang ke Korea adalah pertunjukan itu sendiri
Artis K-pop global lainnya
Untuk SEVENTEEN dan lainnya juga, porsi penonton asing tinggi sehingga mekanisme daya tarik wisata sudah terkonfirmasi
Skala perpindahan penggemarFandom seluruh dunia bergerak bersamaan dalam skala besar
Acara terkait kotaSelain pertunjukan, mudah meluas sampai pop-up, pameran, dan konsumsi di tempat simbolis
Kemungkinan untuk direplikasiSulit menyalin angka pada tingkat yang sama persis
Arti kebijakanModel perintis yang membuktikan kemungkinan lewat kasus yang sangat besar
Ringkasan

Jadi, bagaimana sebaiknya membaca berita ini?

Kalau berita ini dibaca hanya sebagai ‘karena ini BTS, angkanya jadi sangat besar’, berarti baru paham setengahnya. Yang lebih penting adalah sekarang Korea ingin menjadikan pertunjukan itu sendiri sebagai alasan masuk ke negara, lalu menyiapkan model wisata yang terhubung ke penginapan, transportasi, makanan-minuman, dan konsumsi daerah sesudahnya.

Artinya, saat nanti melihat artikel serupa, kamu cukup cek tiga hal dulu. Pertama, berapa lama orang tinggal lebih lama. Kedua, uangnya mengalir ke bidang usaha mana. Ketiga, apakah efeknya berhenti di dalam tempat pertunjukan, atau meluas ke pengalaman seluruh kota. Kalau lihat tiga hal ini, kamu bisa membedakan artikel yang cuma ramai dibahas dan perubahan struktur industri.

Kalau sudah paham sampai sini, kamu akan merasa kenapa berita ini punya arti lebih besar daripada artikel hiburan biasa. Konser BTS memang satu contoh, tapi di balik itu ada arus bahwa pariwisata Korea ingin mengubah Hallyu dari konsumsi kunjungan singkat menjadi industri pengalaman berbasis masa tinggal. Lain kali, lihat strukturnya dulu sebelum angkanya.

💡3 hal yang perlu dicek saat membaca berita serupa berikutnya

Apakah lama tinggal bertambah?

Apakah konsumsi meluas ke penginapan, transportasi, makanan-minuman?

Apakah efeknya berlanjut ke pengalaman kota di luar tempat pertunjukan?

Kami akan memberi tahu cara hidup di Korea

Tolong banyak cintai gltr life

community.comments 0

community.noComments

community.loginToComment